Media Center, Senin ( 19/04 ) Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sumenep yang tetap menjaga dan memelihara keaslian serta keasrian Keraton Sumenep sebagai warisan leluhur.
“Saya bangga dengan Keraton Sumenep ini, karena salah satu wujud nyata bahwa pemerintah daerah dan masyarakat pelestari budaya peninggalan sejarah raja-raja Sumenep,” katanya saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumenep, Senin (19/04/2021).
Keberadaan Keraton Sumenep tentu saja mempunyai nilai budaya yang penting untuk dipertahankan sebagai salah satu kekayaan daerah, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berkunjung ke Kabupaten ujung timur pulau Madura ini.
"Eksistensi tradisi kesultanan Sumenep tentu untuk mendukung sektor pariwisata di Madura, dalam upaya menarik minat wisatawan nusantara maupun mancanegara datang mengunjunginya,” tutur AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker) Kesultanan Sumenep diterima langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH, Wakil Bupati Hj. Dewi Khalifah, SH, MH, M.Pd.I, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Pemangku Sultan Sumenep, RB. Muchtar Atmokusumo dan Sekjen MAKN RA. Tabi WS Koeswodidjojo.
Rombongan Ketua DPD itu disambut Bupati dari pintu atau Labang Mesem menuju Pendopo Agung Keraton Sumenep dan selanjutnya di ruang VIP Rumah Dinas (Rumdis) Bupati.
Sementara Bupati Achmad Fauzi, SH, MH mengatakan, pihaknya terus berupaya menjaga dan memelihara keaslian Keraton Sumenep sebagai warisan leluhur, karena dengan usianya yang mencapai ratusan tahun perlu perawatan agar tidak mudah rusak termakan usia.
“Kami berusaha memelihara Keraton yang merupakan warisan leluhur agar keberadaannya sebagai peninggalan raja Sumenep tetap lestari dan terawat dengan baik,” jelasnya.
Salah satu upaya pelestarian peninggalan sejarah Keraton Sumenep adalah mengembalikan nuansa Keraton seperti dulu, di antaranya semua penjaga atau staf, pramusaji, dan orang-orang yang ada di lingkungan keraton, wajib menggunakan pakaian adat keraton.
Bahkan, pintu masuk yang sebelumnya berada di utara atau depan rumah dinas, sejak pertama melaksanakan tugas di Pemerintah Kabupaten Sumenep, telah merubah pintu masuk utama melalui Labang Mesem di sisi selatan, seperti raja-raja dulu.
“Siapapun yang ingin bertamu ke Bupati di rumah dinas harus melalui Labang Mesem, sama seperti raja-raja dulu yang pintu utamanya labang mesem,” imbuhnya
Selain itu, menurut mantan Wakil Bupati Sumenep ini, dalam lingkungan Keraton tidak boleh memperdengarkan musik modern, tetapi hanya musik tradisional atau klenengan saja.
“Begitupula acara yang dilaksanakan di Pendopo Keraton Agung Sumenep hanya kegiatan tertentu saja, jadi tidak semua acara digelar di Pendopo,” pungkas Achmad Fauzi. ( Yasik, Fer )