News Room, Jum’at ( 28/08 ) Terkait ramainya dugaan transaksi penjualan Pulau Sitabok di Kecamatan Sapeken, yang dilakukan oleh warga berpengaruh di pulau tersebut, akhirnya mendapat tanggapan pulau dari anggota DPRD Sumenep asal Pulau Sapeken, Nur Asyur. Menurutnya, adanya pihak-pihak yang mempersoalkan soal pengembangan kepulauan itu oleh investor luar, karena tidak tahu pasti grand desain dari perjanjian yang sebenarnya untuk mengembangkan wisata bahari disana. "Saya menghargai dan positif thinking saja, terhadap kesepakatan yang telah digagas oleh tokoh masyarakat Sapeken, investor, juga Muspika Sapeken. Semoga saja jika memang dalam perjanjiannya bagus, menjadi awal bangkitnya pariwisata Sumenep pasca Suramadul,"ujarnya ketika ditanya melalui telepon selulernya tadi siang, Jum’at (28/08). Menurutnya, yang diketahui selama ini investor yang disebut-sebut yang akan membeli pulau di Sapeken itu, sebenarnya selama ini sudah biasa melakukan usaha di beberapa daerah wisata di Indonesia, seperti Bali, NTB dan sebagainya. Jadi, selama dalam MoU nantinya betul-betul akan menguntungkan dan tidak merusak tatanan kehidupan dan norma agama, serta adat istiadat yang ada disana, well come saja. Bahkan, diakui Nur Asyur mencuatnya soal penjualan pulau yang dihubungkan dengan penjualan pulau-pulau lain di Indonesia, itu karena persoalan internal keluarga saja. Karena mungkin adanya pembagian lahan kepada masing-masing keluarganya ada yang merasa tidak puas. Yang jelas, tegas politisi asal PKS ini, apabila semua dilakukan dengan prosedur yang diketahui oleh semua pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat dan pemilik lahan yang ada disana, silahkan saja. Bahkan, Nur Asyur mempersilahkan mempertanyakan hal yang sebenarnya kepada tokoh masyarakat yang ada disana, sehingga tidak terjadi praduga yang macam-macam. Sementara itu, Badrul Aini, anggota Dewan yang juga dari kepulauan Kangean ini mengungkapkan, seharusnya yang mengembangkan kepulauan di Sapeken itu, Pemerintah Daerah melalui leading sektor yang berkompeten. Sebab, dikhawatirkan rakyat pribumi malah menjadi orang asing di bumi sendiri. Sebenarnya tegas Badrul, jika memang daerah kepulauan itu akan dikembangkan, memang sangat banyak beberapa pulau yang cocok untuk dikembangkan, bahkan dengan kekayaan lautnya yang dalam dan penuh karang, serta keindahan pulau-pulau, seperti pulau Saebus, Saredeng, Saseel, dan pulau Mamburet yang kekayaan lautnya juga tidak kalah dengan yang ada di Bunaken. Serta cagar alam yang ada di Pulau Saobi yang dulu banyak terdapat rusa dan menjangan, namun saat ini seperti dilupakan orang. ( Ren, Esha )