News Room, Jum’at ( 18/02 ) Terjadinya siswa kesurupan dalam beberapa hari di SMP Negeri 2 Sumenep, membuat para orang tua siswa kawatir. Sebab, dalam 3-4 hari ini siswa yang kesurupan itu terus menangis setelah sebelumnya mengalami pingsan. Salah seorang wali siswa yang enggan disebut namanya mengaku sangat khawatir kesurupan siswa di SMP Negeri 2 Sumenep terus berlanjut. Sebab, hampir setiap hari ada sejumlah siswa yang kesurupan. “Kami minta pihak sekolah melakukan upaya untuk menangkal kejadian kesurupan yang menimpa siswa.”Ujarnya dengan nada sedikti emosi melihat anaknya juga ikut pingsan. Menurutnya, sebagai orang tua jelas khawatir jika kejadian kesurupan itu terus berlanjut bisa membahayakan keselamatan siswa. Sebab, sejak dulu di SMP Negeri 2 tidak pernah terjadi siswa kesurupan, nasmun setelah ada penebangan pohon rindang yang ada di sekolah, siswa mulai berjatuhan. Sementara Kepala Sekolah UPTD SMPN 2 Sumenep, Dr. H. Moh. Sadjali, M.Pd, MH. ketika dikonfirmasi News Room mengaku upaya sekolah untuk meredam terjadinya kesurupan sudah dilakukan. Mulai dengan Istighotsah, mengundang orang pintar, rokat dan kegiatan dzikir di masing-masing kelas. “Yang jelas, kami sudah berupaya sejak pertama kali terjadi, dengan menggelar Istighotsah seluruh siswa, mengundang dukun, rokat dengan ayam putih dan semacamnya,”ujarnya. Namun, tegas H. Sajali, kejadian kesurupan itu diluar kemampuan manusia. Sebab, yang namanya jin itu memang ada, dan itu tidak hanya ada di pohon-pohon dan sekolah. Dimana-mana ada yang namanya jin, bahkan dirumah-rumah juga ada. Namun, tergantung orang yang kena pengaruh jin atau tidak. Pihaknya berharap agar kejadian itu tidak terulang kembali. Ternyata, menurut H. Sajali ketika dikroscek dari 12 anak yang pingsan, mayoritas perempuan dan banyak tidak sarapan, sedang haid dan kecapekan. H. Sajali berharap, siswa yang kena kesurupan, sementara tidak masuk sekolah dulu, hingga kondisinya benar-benar pulih dan tenang. “Kepada siswa kami juga menganjurkan untuk selalu berdo’a dan sering-sering berdzikir. Kalau berangkat sekolah sarapan dulu dan minum air. Serta pamit dan mohon restu orang tua agar diberi keselatan,”pungkasnya. ( Ren, Esha )