Sumenep-Infokom News Room : Bupati Sumenep mengatakan sungguhpun upacara tujuh belasan tersebut dilaksanakan secara rutin, namun diharapkan kita tidak terjebak karena rutinitas yang hanya mengulang dan mengulang kegiatan itu, akan tetapi dengan akal dan fikiran, serta norani dapat dijadikan sebagai media untuk mengantarkan kita membangun suatu kesadaran dan tanggung jawab yang ada. Untuk itu kesadaran sebagai aparatur Pemerintah tidak hanya perlu dilakukan di kantor, namun juga diluar kantor atau dalam kehidupan bermasyarakat perlu diciptakan sesuai dengan norma-norma Hukum yang berlaku, maupun budaya dalam masyarakat yang dianggap baik. Penegasan tersebut dikemukakan Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM saat upacara tujuh belasan dihalaman depan Kantor Pemkab. Sumenep, Kamis (17/02). Dikatakan, jika perbuatan kita diluar kantor jelek atau negatif maka akan membawa implikasi atau dampak kepada yang lainnya. Untuk itu menurut Bupati kita harus berfikir dengan logika dan norani kita, sehingga keinginan negatif atau ambisi yang tidak baik tersebut tidak menimbulkan prilaku yang tidak baik dan merugikan kita sendiri maupun pihak lain. Menurut Bupati KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM dalam hidup ini adalah Sunnatullah, sehingga orang akan mendapatkan sebagai sesuatu yang dilakukannya. Jika yang dilakukan positif, akan memperoleh sesuatu yang baik, namun juga sebaliknya jika yang dilakukannya negatif, maka akan memperoleh sesuatu yang negatif. Sesuatu hal negatif itu terjadi, menurut Bupati, karena diantara kita sering tidak memakai logika dan atau akal fikiran, serta hati kita yang tidak berkembang. Dibagian lain Bupati Sumenep juga mengajak, agar kita menjaga martabat dan kewibawaan kita sebagai aparatur Pemerintah, karena suatu negara akan maju jika bermartabat dan kewibawaan itu ada. Menyinggung tentang fungsi Pemerintah yang salah satunya adalah memberikan pelayan kepada masyarakat, namun menurut Bupati tidak harus dijadikan pelayan, karena Aparatur Pemerintah juga merupakan bagian dari masyarakat dan bangsa Indonesia. Disisi lain Bupati Sumenep juga mengingatkan, agar pelayanan yang positif dan prima kepada publik perlu terus ditingkatkan, sehingga ada predikat yang disitu menurut Bupati, ada standart yang dicapai. Upacara Bendera tersebut dihadiri para Pejabat Pemkab. Sumenep, anggota Korpri dan UPTD Puskesmas se Kabupaten Sumenep. Bertindak selaku Inspektur Upacara, Suwadi dari Kantor Kesbang Linmas Sumenep. Seusai upacara, Bupati Sumenep menyerahkan Piagam Penghargaan dan hadiah kepada 3 Unit Pelayan Publik berprestasi Tingkat Kabupaten Sumenep, masing-masing : UPTD Puskesmas Pandian, Sapeken dan UPTD Puskesmas Manding. ( Im )