Media Center, Selasa ( 29/03 ) Dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) ke-70, Pengurus Cabang (PC) Pergunu Kabupaten Sumenep bekerja sama dengan Inovasi Jawa Timur menggelar Workshop Literasi I, yang dilaksanakan selama tiga hari, sejak tanggal 29-31 Maret 2022, di Aula Kantor Kemenag setempat.
Jupriyanto, dari Tim Inovasi Jawa Timur, mengungkapkan, Inovasi memiliki program di bidang pendidikan untuk Sekolah Dasar (SD) yang dikhususkan bagi siswa kelas awal, agar mereka bisa belajar membaca sehingga ketika sudah bisa membaca digunakan untuk belajar.
“Sebab, fenomena yang terjadi khususnya di Indonesia ini banyak siswa di kelas 4 dan 5 yang belum bisa membaca. Bagaimana jika anak tidak tuntas belajar membaca di kelas awal kemudian di kelas tinggi akan membaca untuk belajar,” ungkap Jupriyanto, pada pembukaan Workshop Literasi I, Selasa (29/03/2022).
Sehingga, persoalan yang menjadi isu nasional tersebut kemudian digodok melalui Kementerian Pendidikan, bagaimana literasi dan numerasi dasar ini bisa dilakukan dalam tiga bulan pertama khusus untuk belajar membaca dulu. Baru setelah terbukti diakui ternyata lebih efektif, sehingga pemerintah menata ulang yang fokusnya untuk penguatan literasi numerasi.
“Dengan menghadirkan Inovasi yang berkolaborasi dengan PC Pergunu Kabupaten Sumenep ini semoga siswa di madrasah maupun sekolah bisa bersaing di dunia internasional demi masa depan bangsa kita,” tandasnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, S.Sos, M.Si, yang hadir mewakili Bupati Sumenep, Ra Achmad Fauzi, SH, MH, juga mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan Tim Inovasi dengan PC Pergunu Sumenep ini.
Karena itu, pihaknya juga mengajak seluruh elemen untuk turut mendukung peningkatan pendidikan khususnya di Sumenep. Sebab, diakui jika pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa ini, termasuk para orang tua karena pendidikan bukan hanya tangung jawab pemerintah.
“Kami apresiasi PC Pergunu ini melaksanakan workshop literasi awal yang sangat bermanfaat, apalagi diniatkan baik untuk menambah ilmu, insya Allah hasilnya juga akan baik,” ujarnya.
Menurutnya, guru memang harus mendahului dari hal-hal yang mungkin sepele untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), dengan berkolaborasi tentunya mampu membangun Sumenep lebih baik lagi. Karena itu, dalam visi misi Bupati Sumenep yang pertama ingin membangun SDM bidang pendidikan, kemudian kesehatan dan seterusnya.
Dikatakan, saat ini memasuki Era 4.0 untuk menjadi bangsa maju, semua diperlukan totalitas dalam bekerja, sebagaimana dipesankan Bupati, agar bekerja jangan hanya melaksanakan kewajiban, namun bersama-sama untuk saling mengingatkan dengan diniatkan untuk menuntut ilmu lebih baik agar bermanfaat dalam mendukung pendidikan lebih maju.
“Tidak perlu merubah yang sudah baik, namun setidaknya mampu merubah sesuatu yang kurang baik menjadi lebih baik lagi,” pesannya.
Mewakili Ketua PC NU dan Kepala Kemenag Sumenep, K. Abdul Wasid, M.Pd.I mengapresiasi Workshop Literasi I tersebut, dan berharap para guru NU yang berkesempatan serius dalam mengikuti kegiatan. Karena manfaatnya untuk anak-anak sekolah maupun madrasah.
“Workshop Literasi ini sesuai dengan Konsep Pergunu, untuk meningkatkan kompetensi guru khususnya yang berlatar belakang NU,” tandas Kasi Pontren Kemenag Sumenep ini.
Ditegaskan pula, jika masa depan bangsa tidak lepas dari peran guru. Namun, apapun kurikulumnya, inovasinya, ikhtiar dan kebijakannya, tapi kompetensi guru jika tidak baik hasilnya juga tidak akan baik. Karena itu pihaknya sangat senang dengan kegiatan yang dilaksanakan Pergunu bersama Inovasi demi meningkatkan kompetensi para guru dalam mewujudkan sebuah inovasi pembelajaran.
“Apabila guru sudah memiliki kompetensi, insya Allah kualitas siswa juga akan baik, begitu sebaliknya,” tambahnya.
Selanjutnya, Ketua PC Pergunu Kabupaten Sumenep, Muhammad Sholeh, menjelaskan, maksud dan tujuan dari Workshop Literasi I tersebut untuk meningkatkan kompetensi guru khususnya yang ada di Pergunu, agar bisa maju bersama-sama dengan berbagai dinamika dalam memberikan pembelajaran literasi di lembaganya.
“Dengan kompetensi yang dimiliki, kami yakin tidak hanya dilaksanakan di lembaganya, namun juga bisa menggerakkan guru lainnya di masing-masing Pengurus Anak Cabang (PAC) Pergunu,” jelasnya.
Dikatakan Sholeh, jika yang mengikuti workshop literasi saat ini dari masing-masing perwakilan PAC Pergunu, memiliki tanggung jawab untuk mendesiminasi kepada guru lainnya yang dikumpulkan di masing-masing PAC.
“Kami juga berharap kerja sama dengan Inovasi Jawa Timur tidak cukup hanya saat ini, namun bisa terus berkolaborasi dengan kegiatan lainnya, karena banyak hal yang perlu dipelajari sebagai panduan memajukan pendidikan di Kabupaten Sumenep,” tambahnya. ( Ren, Fer )