Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-10-2014
  • 1598 Kali

Kerapan Sapi Tradisional Madura Harus Terus Dilestarikan

News Room, Selasa ( 13/10 ) Kerapan Sapi merupakan budaya kebanggaan masyarakat Madura, karena itu kerapan sapi harus terus dilestarikan. Bahkan, tidak hanya kerapan sapinya saja, namun keberadaan sapi Madura yang harus tetap dipertahankan genetiknya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bakorwil Madura, Ir. Eddy Santoso, MM pada acara Serah Terima Kirap Piala Bergilir Presiden RI di Kabupaten Sumenep dalam rangka Kerapan Sapi Tradisional Eks Karesidenan/Pembantu Gubernur di Pamekasan tahun 2014 di Gedung Ki Hajar Dewantara Sumenep, Selasa (14/10). “Apalagi, selama ini cikal bakal sapi Madura diakui dari Sumenep, sehingga harus terus dipertahankan dengan baik,”ujarnya. Karena itu, dalam rangka kegiatan kerapan sapi Madura yang mendapat Piala Bergilir dari Presiden RI ke depan perlu terus dikembangkan lebih bagus. Bahkan, dalam waktu dekat, upaya mengembangkan kegiatan kerapan sapi ini akan diadakan pembahasan Perda tentang Sapi Tradisional Madura. Untuk itu, dalam momentum tersebut, Badan Koordinasi Wilayah Pamekasan berharap para pimpinan daerah masing-masing Kabupaten di Maduara bisa hadir pada Hari Minggu, tanggal 19 Oktober 2014, pukul 08.00 WIB sampai selesai, yang merupakan puncak pesta akbar Kerapan Sapi Tadisional se Madura, di Stadion R. Soenarto Hadiwidjojo Pamekasan. Sementara itu, sebelumnya pada tanggal 18 Oktober 2014 juga akan digelar Pesta Kontes Sapi Betina yang biasa dikenal dengan Fesival Sapi Sonok yang diikuti oleh 39 pasangan sapi betina dari Kabupaten se Madura, dan pada malam harinya dimeriahkan dengan kesenian budaya dari berbagai seni budaya se Madura yang dikenal dengan Semalam di Madura, bertempat di halaman depan Pendopo Kabupaten Pamekasan. ( Ren, Esha )