Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 30-10-2013
  • 624 Kali

Keperintisan Bandara Trunojoyo Tunggu Kesiapan Bandara Bawean

News Room, Rabu ( 30/10 ) Gagalnya pesawat komersial Trans Nusa Pasifik beroperasi di Bandara Trunojoyo, Sumenep, dengan jalur Sumenep-Surabaya, memicu semangat Pemerintah Kabupaten setempat untuk mempercepat pengoperasian jalur keperintisan di bandara tersebut. Jalur keperintisan itu akan menempuh 3 rute, yakni Sumenep-Gresik (Bawean)-Banyuwangi. Wakil Bupati Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, M.Si menjelaskan, pengoperasian jalur keperintisan itu akan segera terealisasi, karena tinggal menunggu kesiapan Bandara di Bawean (Gresik). “Untuk jalur keperintisan ini, kami ada keputusan dari Kementerian Perhubungan. Hanya tinggal menunggu kesiapan Bandara di Bawean (Gresik). Kalau sudah siap, maka akan langsung beroperasi,”kata Wabup Sumenep, Rabu (30/10). Menurutnya, penerbangan perintis akan dilayani pesawat kecil berkapasitas 14 hingga 20 penumpang. Jalurnya, pesawat kecil tersebut dari Bawean terbang ke Sumenep, lalu ke Banyuwangi, dan sebaliknya. “Jadi, penerbangan perintis dengan rute Sumenep-Bawean-Banyuwangi ini base camp-nya di Sumenep,”terangnya. Harga tiket pesawat yang akan diberlakukan, kata Wabup, saat ini belum bisa ditentukan. “Kita masih menunggu kesiapan Bandara Bawean (Gresik). Kalau sudah rampung, baru harga tiket dibicarakan sekaligus penentuan operasi jalur perintis,”ungkapnya. Sejak beberapa tahun lalu, Pemkab Sumenep ingin menjadikan Bandara Trunojoyo sebagai bandara komersial yang disinggahi pesawat berjadwal reguler. Selanjutnya, Pemkab Sumenep dan Satuan Kerja Bandara Trunojoyo yang merupakan institusi kepanjangan tangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, terus bersinergi untuk mewujudkan keinginan tersebut. Sejumlah program atau kegiatan yang merupakan hasil sinergi Pemkab Sumenep dan Satker Bandara Trunojoyo, terus dilakukan guna menambah fasilitas supaya memenuhi persyaratan (standar) sebagai bandara komersial. Program sinergi tersebut, di antaranya Pemkab Sumenep membebaskan lahan sekitar 5,4 hektare untuk perluasan areal Bandara Trunojoyo pada 2011, guna menambah sejumlah fasilitas, di antaranya menambah panjang landasan pacu pesawat yang untuk sementara hanya 905 meter menjadi 1.160 meter. Selanjutnya, Kementerian Perhubungan memprogramkan kembali penambahan panjang landasan pacu pesawat di Bandara Trunojoyo, dari 1.160 meter menjadi 1.400 meter, dan penambahan fasilitas lainnya, pada tahun ini. Pembebasan lahan seluas 3,5 hektar untuk penambahan landasan pacu Bandara Trunojoyo menjadi 1.400 meter sudah dilakukan, tinggal menunggu realisasi perpanjangan run way dari kementerian perhubungan. Saat ini, Bandara Trunojoyo sudah dinyatakan layak untuk aktivitas penerbangan pesawat penumpang berukuran kecil dan sedang, pada siang maupun malam hari. ( Nita, Esha )