Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-01-2022
  • 2276 Kali

Kepala SDN Pancor 3, Miliki Karya Inovasi "Cara Efektif Membaca dan Menulis Tercepat"

Media Center, Jum'at ( 28/01 ) Banyak guru merasa kesulitan saat mengajar kelas awal khususnya kelas 1 Sekolah Dasar (SD), karena siswa sangat sulit belajar membaca dengan mengikuti metode yang ada di buku pelajaran, yakni metode Struktural Analitik Sintetik (SAS).

Metode SAS merupakan salah satu jenis metode yang biasa digunakan untuk proses pembelajaran Membaca dan Menulis Permulaan (MMP) bagi siswa pemula. Pembelajaran MMP dengan metode ini mengawali pelajarannya dengan menampilkan dan mengenalkan sebuah kalimat utuh.

Kepala SDN Pancor 3 Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep, Ruslan Abdul Haris, S.Pd, MM, memiliki metode berbeda untuk memberikan pembelajaran yang mudah bagi siswa dalam membaca huruf. Jika sebelumnya pada metode SAS, anak masih kesulitan saat mengeja bacaan dengan huruf-huruf yang disusun kata dan ada gambar di sampingnya, ternyata ketika ditulis tanpa ada gambar anak tidak tahu membaca.

Hal itu karena sebelumnya anak justru hanya melihat pada gambarnya saja, sedangkan ketika disuruh membaca kembali anak tidak bisa membaca huruf dan mengeja suku kata apalagi jika suku kata yang panjang.

"Syukurlah akhirnya kami berhasil memecahkan persoalan kesulitan membaca siswa tersebut dengan mengarang pembelajaran cara membaca tercepat dan menulis terbaik (mudah)," ungkap Ruslan, Jum'at (28/01/2022).

Ruslan mengaku telah menyusun dalam bentuk buku kecil atau buku saku berjudul "Cara Efektif Membaca dan Menulis Tercepat" agar mudah dibawa oleh siswa. Bahkan, buku saku tersebut dibuat tiga jilid, pertama yakni berisi khusus huruf yang perbandingannya satu baris dilengkapi huruf hijaiyah karena bersamaan anak belajar mengaji, selain juga dilengkapi kosa kata. Kemudian di jilid dua perbandingan huruf yang panjangnya dua baris ke atas sedangkan di jilid ketiga berisi huruf yang panjangnya ke bawah.

Agar metode mudah yang digunakan Ruslan tersebut bisa ditiru dan dikembangkan oleh guru-guru yang lain, pihaknya merekam dan memasukkan ke channel YouTube, https://youtu.be/HTuXI20Tp9c.

Metode pembelajaran yang dilakukan Ruslan, pertama yakni mengenalkan huruf vokal 5 huruf dan mengajak siswa untuk menirukan apa yang diucapkan guru, baru setelah siswa hafal dan tahu tulisannya atau bentuknya siswa disuruh membaca huruf yang ditulis guru dan guru tidak menyebutnya hanya menulis dan menunjuk saja, bahkan huruf sering dihapus dan diganti secara acak, namun siswa tetap bisa membaca. Begitu selanjutnya hingga membuat suku kata yang panjang siswa tetap bisa menjawab dengan benar.

"Jadi sebenarnya metode ini sudah saya terapkan di tahun 90-an dan membuahkan hasil anak-anak bisa cepat dalam belajar membaca dengan mudah," terangnya.

Bersamaan dengan Workshop Gerakan Inovasi Literasi Baca Tulis Hitung (Gisibalistung) yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep bekerja sama dengan Tim Inovasi Jawa Timur di Kecamatan Gayam, tepatnya di SDN Pancor 3 akhir 2021 lalu, pihaknya sempat berbincang-bincang dengan Tim Inovasi dan ternyata yang dilaksanakan selama ini sangat terkait dengan pelaksanaan Gisibalistung bahkan bisa dikatakan sama.

Pada Gisibalistung kelebihannya pembacaan alfabet "abjad" dilagukan atau dinyanyikan jadi menyenangkan anak. Dan kebetulan perbedaan dengan yang dilakukannya pada huruf yang diklasifikasikan yakni perbandingan huruf satu baris, dua baris ke atas dan ke bawah. 

Tujuannya agar menulisnya lebih mudah, bisa membaca sekaligus dan bisa membedakan huruf. Kemudian dilanjutkan apabila anak sudah mulai cepat membacanya baru diperkenalkan alfabet "abjad" mulai dari huruf A, B, C, sampai dengan Z sekaligus penggunaan huruf besar. Karena kebanyakan yang sering dibaca di alfabet seperti BRI, BCA, SDM dan seterusnya agar diperkenalkan huruf besar dan abjad yang benar.

"Tentunya dengan workshop Gisibalistung juga sangat membantu dengan melihat metode hingga cara dan penggunaan medianya menarik," tambahnya.

Sementara itu, sekilas pengalaman mengajar Ruslan, sejak tahun 80-an memang berkisar di daerah kepulauan Sapudi, pertama diangkat guru PNS di SDN Karang Tengah (1983), SDN Jambuwir  II (1985), SDN Kalowang IV (1986) dan di SDN Gendang Barat II (1989). Di SD inilah Ruslan menemukan metode tersebut hingga pindah sekolah lagi selalu mengajar di kelas 1 karena jarang ada guru yang mau mengajar di kelas awal.

Selanjutnya di SDN Prambanan I (1991), SDN Karang Tengah (1993), SDN Pancor II  (2001) dan baru di SD ini dia mencetak buku cara membaca 3 jilid di tahun 2003 hingga akhirnya di SDN Gendang Barat I menjadi Kepala Sekolah tahun 2011 dan terakhir di SDN Pancor III tahun 2014 sampai dengan sekarang. ( Ren, Fer )