Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 26-04-2006
  • 769 Kali

KENALKAN WAJARDIKDAS PADA PONDOK PESANTREN

Sumenep-Kominfo News Room : Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajardikdas) perlu dikenalkan di Pondok Pesantren (Ponpes), agar eksistensi Ponpes yang hanya dikenal sebagai lembaga pendidikan agama dapat diakui sebagai lembaga pendidikan umum. Kepala Sub Bagian Sarana Biro Mental Spiritual Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Timur, Drs. Slamet Haryono, M.Si pada acara Pembinaan Manajemen Pondok Pesantren se Jawa Timur, dengan tema “Dengan Pembinaan Manajemen Kita Tingkatkan Peran Serta Pondok Pesantren Dalam Pendidikan Nasional dan Pembangunan Manusia Indonesia Yang Beriman, Bertaqwa Dan Berakhlakul Karimah�, Senin (24/04) malam di Hotel Tanjung Surabaya mengatakan, pembinaan itu merupakan tahap pertama yang baru diikuti 76 Ponpes di Jawa Timur, masing-masing Kabupaten/Kota diwakili dua Pondok Pesantren. Dijelaskan Slamet, kegiatan ini dalam rangka menyamakan persepsi antara pemerintah dengan Ponpes, sehingga Ponpes yang dulu dikenal sebagai lembaga yang khusus mempelajari ilmu agama, di antaranya hafalan Qur’an, Tafsir-Hadist, Kitab Kuning dan Bahasa Arab juga diberi empat materi umum tambahan, seperti matematika, kewarganegaraan, bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Hal itu dimaksudkan, agar Ponpes bisa bersaing dengan sekolah umum. Artinya, lulusan Ponpes juga mampu melanjutkan studinya dengan cara mengikuti Ujian Nasional (Unas) yang diselenggarakan oleh Negara. Selain itu, Biaya Operasional Siswa (BOS) yang diberikan pemerintah pada sekolah negeri juga akan berlaku pada Ponpes yang benar-benar dapat mengimplementasikan Wajardikdas di lembaga pendidikannya. Diungkapkan Slamet, selama ini manajemen Ponpes lebih mengarah pada perkataan Kyai, artinya keputusan yang diambil tidak berdasarkan mufakat, tetapi cenderung pada kehendak Kyai-nya. Untuk itu, pola yang akan dikembangkan Pemprop melalui Wajardikdas adalah difokuskan pada manajemen yang mempunyai struktur kepengurusan, sehingga masing-masing pengurus dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam hal ini, kata Slamet, Kyai tetap memegang peran dan berada pada posisi paling atas, yaitu mengawasi dan bertanggung jawab atas program kerja Ponpesnya. Ke depan pembinaan itu, diharapkan dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pengurus dan kualitas pengajar Ponpes, sehingga target untuk dapat menghasilkan santri berdaya saing mandiri dan berilmu itu dapat terwujud. ( Info Jatim, Esha ) ----------oooOooo----------