News Room, Sabtu ( 24/05 ) Dampak kenaikan BBM sebesar 20 persen yang dberlakukan sejak hari ini, benar-benar membuat beban ekonomi masyarakat semakin terpuruk, utamanya para nelayan yang merasakan dampak langsung dari kenaikan harga BBM tersebut. Seperti yang diungkapkan Zaka (35) salah seorang nelayan di Desa Lapa Taman Kecamatan Dungkek saat dikonfirmasi News Room yang mengaku bersama 150 nelayan yang ada di Desa, tidak melaut lagi sejak dua bulan kemarin, hal ini disebabkan karena mahalnya biaya operasional dan tidak sebanding dengan hasil tangkapan yang juga semakin minim. Apalagi dengan kenaikan kali ini akan semakin tidak dapat menutupi biaya operasional di karenakan BBM yang harganya kembali naik. Hal tersebut dibenarkan Kepala Desa Lapa Taman, Umar dimana kondisi masyarakatnya semakin terhimpit oleh dampak kenaikan harga BBM. Bahkan, Umar menjelaskan, ekonomi masyarakat masih belum pulih dengan kenaikan harga BBM pada tahun 2005, namun sekarang kembali harus merasakan dampak kenaikan harga BBM. Disinggung dengan adanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang merupakan kompensasi dari kenaikan harga BBM. Umar mengatakan, sebenarnya bantuan tersebut tidak cukup membantu, namun dari pada tidak ada bantuan, kita tetap harus bersyukur. Selanjutnya Umar menjelaskan, bahawa masyarakat miskin di Desanya banyak yang tidak ter-cover, dikarenakan masih menggunakan data yang lama. Untuk Desa Lapa Taman yang menerima BLT sebanyak 300 KK, sedangkan masyarakat miskin untuk tahun 2008 diperkirakan telah mencapai 610 KK. Oleh karena itu, Umar berharap agar dilakukan pemutakhiran data, sehingga BLT untuk tahun ini dapat meng-cover seluruh masyarakat miskin di Desanya. Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Desa Lapa Daya, Misnawa yang mengukapkan, sudah sekitar 20 nelayan yang tidak melaut yang disebabkan karena mahalnya biaya operasional, dan mereka beralih sebagai petani kelapa, namun masih belum bisa mencukupi kebutuhan hidupnya, Jumlah tersebut akan terus bertambah dikarenakan kenaikan harga BBM tersebut dan apabila para nelayan memaksakan melaut, akan menderita kerugian. ( Ren, Esha )