Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-07-2019
  • 511 Kali

Kembangkan TI, Puluhan SDN-SMPN Selenggarakan Digital School

Media Center, Minggu ( 21/07 ) Puluhan Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Sumenep pada tahun ajaran baru 2019/2020 menerapkan pembelajaran berbasis digital atau digital school.

“Kabupaten Sumenep sudah masuk salah satu program Kota Cerdas atau Smart City, jadi bagaimanapun juga dunia pendidikan harus berbenah diri untuk maju dan berkembang dengan mengikuti pesatnya perkembangan teknologi informasi,” kata Bupati KH. A. Busyro Karim di sela-sela peluncuran Digital School di Taman Potre Koneng (Taman Adipura), Minggu (21/07/2019).

Ia menyatakan, pihaknya mengapresiasi terhadap SDN dan SMPN yang menyelenggarakan pendidikan mengikuti perkembangan teknologi informasi di era industri 4.0, sebagai salah satu program pendukung proses pembelajaran di sekolah.

“Saya harapkan proses pembelajaran di sekolah lainnya menerapkan digital school, sebab pemerintah daerah juga meningkatkan kualitas pelayanan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan terbaru adalah rumah pintar sebagai pusat data,” tutur suami Nurfitriana ini.

Peluncuran digital school yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep ditandai dengan pembuatan soal oleh Bupati Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, Wakil Bupati Achmad Fauzi, SH serta anggota Forkopimda Sumenep melalui laptop, untuk dijawab siswa yang hadir menggunakan telepon genggam berbasis android.

Sementara Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Direktorat Pendidikan SMP, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Mohamad Mustari mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi program digital school, sebab sejalan dengan kebijakan kementeriannya yang ingin di SMP ada mata pelajaran informatika pada tahun ini.

“Penyelenggaraan digital school di Sumenep yang pertama di Madura dalam rangka pemerataan mutu pendidikan di Indonesia,” tandasnya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Bambang Irianto mengungkapkan, SDN dan SMPN yang menyelenggarakan digital school pada tahun ajaran 2019/2020 sebanyak 31 lembaga pendidikan, perinciannya yakni SDN sebanyak 21 lembaga dan diantaranya sebanyak 2 sekolah di Kecamatan (Pulau) Giligenting dan Kecamatan (Pulau) Masalembu serta SMPN sebanyak 10 lembaga.

“Dengan digital school itu, setiap materi pembelajaran sudah berada di satu server yang sifatnya offline, sehingga para siswa mengakses materi pembelajaran dengan cara menyambungkan telepon genggamnya ke server di sekolah,” pungkasnya. ( Yasik, Fer )