News Room, Rabu ( 13/08 ) Proses pertumbuhan dan perkembangan anak melalui Pendidikan Anak Usai dini (PAUD) pada dasarnya dipengaruhi 3 pilar utama, yakni melalui pemeliharaan kesehatan gizi dan simolasi psiko sosial yang dilaksanakan secara terpadu, selain pola makan anak, dan kasih sayang serta tingkat pendidikan orang tua maupun pendidikan pelaksana PAUD yang sangat menentukan motto layanan pada anak usia dini. Hal tersebut ditegaskan Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Kabupaten Sumenep, Ny. Nur Fitriana Busyro Karim saat kegiatan Gebyar PAUD Propinsi Jawa Timur dan Pengukuhan Bunda PAUD Kabupaten Sumenep 2014 di GOR A. Yani Pangligur Sumenep, Rabu (13/08). Menurut isteri Bupati Sumenep ini, layanan pendidikan PAUD dapat dilaksanakan mulai dari Taman Kanak-kanak, Kelompok Belajar dan Taman Penitipan Anak, maupun layanan terintegrasi PAUD, seperti Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB). Hal itu sesuai dengan Pasal 54 Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional dan peran serta masyarakat dalam pendidikan yang meliputi peran perseorangan, kelompok keluarga, organsiasi profesi dan pengusaha. “Saya sangat menghargai dan merasa bangga mendapat anugerah sebagai Bunda PAUD, yang harus memberikan kepedulian terhadap masa depan anak,”ungkapnya. Diakui Nurfitriana yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep ini, jika penganugerahan Bunda PAUD merupakan tanggung jawab sang sangat besar bagi dirinya, bagaimana mewujudkan PAUD di masa depan harus lebih baik. “Ini merupakan pekerjaan yang tidak mudah bagi kami, sehingga kami mohon dukungan semua pihak, termasuk masing-masing SKPD di Kabupaten Sumenep untuk mendukung peningkatan kualitas PUD di Sumenep,”tambahnya. Sementara Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Propisni Jawa Timur, Drs. Abdul Nasor, M.Si yang datang dalam kegiatan tersebut berharap Kabupaten Sumenep bisa menjadi teladan dan percontohan dalam pendidikan anak usia dini di Jawa Timur. Karena itu, Jawa Timur sangat gencar memprogramkan pengembangan PAUD melalui Dinas Pendidikan, khususnya yang menjadi prioritas di seluruh daerah terpencil, seperti Kabupaten Sumenep yang banyak memiliki daerah terpencil dan kepulauan. “Bahkan, Gubernur Jawa timur memprogramkan rintisan PAUD melalui peningkatan Kader Taman Posyandu, bentuk pelatihan-pelatihan dan pengembangan PAUD di daerah perbatasan,”tandasnya. ( Ren, Esha )