News Room, Rabu (05/10) Musim kemarau selama empat bulan ini berdampak pada debet sumber mata air yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sumenep. Berdasarkan hasil pengecekan PDAM Sumenep, saat ini sumber mata air mengalami penurunan 10 persen. Direktur PDAM Sumenep, Drs. Ec. R. Zainal Alim, MM menjelaskan, penurunan debet air itu, tidak berpengaruh pada pelayanan air bersih bagi pelanggan. “Pelayanan air bersih di PDAM Sumenep, lancar-lancar saja. Penurunan debet air masih dalam taraf normal, karena kapasitas produksi air yang digunakan PDAM dibawah debet air,”kata Zainal Alim, di kantor PDAM Sumenep, Rabu (05/10). Zainal mengemukakan, pelayanan penyaluran air bersih pada pelanggan PDAM tidak ada perubahan, sebab penurunan debet air hanya terjadi di sumber mata air. “Untuk sumur dalam masih aman-aman saja. Kami belum merasakan dampak akibat penurunan debet air di sumber mata air tersebut,”terangnya. Penurunan debet air hingga 10 persen, kata Zainal, terdapat di sumber mata air taman lake di Kelurahan Pajagalan, sumber mata air di Desa Kebunagung, Kecamatan Kota Sumenep, dan di Desa Giring, Kecamatan Manding. “Tiga sumber mata air itu masih mencukupi kebutuhan 8 ribuan pelanggan PDAM Sumenep, yang tersebar di sebagian wilayah Kecamatan Kota, Kalianget dan Manding,”ungkapnya. Jumlah keseluruhan pelanggan PDAM Sumenep, baik daratan maupun Kepulauan Kangean di Kecamatan Arjasa, dan Sapudi sebanyak 11.450 orang. ( Nita, Esha )