News Room, Kamis ( 25/03 ) Kelompok Tani “Sumber Hasil†Desa Paberasan, tetap mempertahankan penanaman padi untuk dijadikan komoditi Desa setempat. Karena itu, komitmen tersebut tetap dipertahankan agar keberadaan swasembada pangan tetap terjaga. Berkat keuletannya melakukan penanaman padi, beberapa kali Kelompok Tani Sumber Hasil mewakili Kabupaten Sumenep dalam berbagai event lomba bidang pertanian di tingkat Jawa Timur. Bahkan, pernah ditempati kegiatan panen raya yang dilakukan Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM beberapa waktu lalu. Hal itu karena keuletan petani dalam mengembangkan budidaya tanaman padi dengan System Rice of Intensification (SRI). Sekretaris Kelompok Tani Sumber Hasil, Usman menuturkan, setelah penanaman bibit padi Ciherang di lahan seluas 10 hektar, serta mampu menghasilkan padi sebanyak 98 ton itu, masyarakat petani cukup puas. Karena itu, mereka tidak ingin menyia-nyiakan lagi untuk menanam padi, utamanya dipersawahan yang subur dan basah. Bahkan, tegas Usman, yang beberapa tahun sebelumnya banyak petani saat kemarau memaksakan diri untuk menanam tembakau di lahan persawahan. Namun, saat ini petani sudah tidak lagi melirik tanaman tembakau, karena sudah dapat memaksimalkan hasil pertanian padi yang lebih baik. “Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani “Sumber Hasil†sudah merasakan nikmatnya menanam padi yang menghasilkan keuntungan cukup besar hingga dua musim tanam. Sehingga sulit untuk mengubah ke tanaman lainnya,â€Âujar Usman. Menurut pemuda desa yang aktif di beberapa organisasi kepemudaan di Sumenep ini, pada panen raya kali ini diharapkan para petani akan mendapat angin segar, seperti hasil panen raya tahun sebelumnya. Bisa dibayangkan, jika tahun sebelumnya bisa memperoleh 8 hingga 10 ton per-hektarnya, yang jelas keuntungan petani juga akan meningkat. Disamping itu, kualitas beras juga disamping lebih banyak, padat, bersih dan rasanya lebih enak. Namun, meski sudah menghasilkan produksi yang baik pada panen padi Ciherang, namun kelompoknya akan terus mengembangkan dan mencari potensi lain melalui program dan bantuan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep. Bahkan, selama ini pihaknya melalui Kelompok Tani Sumber Hasil sudah mempersiapkan 20,5 hektar lahan, yang memang juga sudah berhasil dengan padi Hibrida pada 2 tahun terakhir.( Ren, Adjie )