Saronggi-Kominfo News Room : Pembinaan terhadap Kelompok Tani yang ada perlu terus dilakukan secara periodik, guna penyampaian informasi teknologi pertanian yang semakin maju untuk diserap oleh Kelompok Tani itu sendiri, sehingga hasil-hasil produksi padi dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep diwakili Kasie Produk Hortikultura, Rapik, SP ketika menyaksikan panen padi musim kemarau tahun 2006 yang dihasilkan oleh Kelompok Tani Suka Maju Desa Juluk Kecamatan Saronggi, Kamis kemarin (06/07) disaksikan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Camat, PPL dan PHP Kecamatan Saronggi. Sementara itu Camat Saronggi, R. Suwandi Insyaidari, S.Sos mengatakan, melalui kemajuan teknologi pertanian yang begitu pesat saat ini, keberadaan Kelompok Tani sangat diperlukan ditengah-tengah masyarakat yang sebagian besar masih menggantungkan pada usaha hasil pertanian. Untuk itu ia berharap kepada segenap anggota Kelompok Tani agar didalam melakukan kegiatan pertanian itu hendaknya mengikuti perkembangan yang disampaikan oleh penyuluh pertanian setempat. Menurut Penyuluh Pertanian Kecamatan Saronggi, Joko Setyo Hutomo, SP, pada musim kemarau ini, biasanya para petani masih menggantungkan pendapatan taninya itu melalui tanaman tembakau, namun karena beberapa tahun terakhir tanaman tembakau itu sudah tidak menjanjikan lagi, sehingga pihaknya mencarikan tanaman alternatif sebagai tanaman pengganti tembakau, yakni tanaman padi yang dianggap resiko kegagalannya sangat kecil dan pembiyaannya sangat ringan. Ia memaparkan, untuk mengetahui produktifitas per-hektarnya, dilakukan pengukuran dengan ubinan 2,5 x 2,5 meter terhadap 4 contoh petak sawah yang meliputi 2 ubinan mewakili tanaman yang ditanam dengan sistim jajar legowo, sedangkan 2 ubinan yang lain, mewakili jarak tanam yangvtidak beraturan. Lebih lanjut Joko Setyo Hutomo menjelaskan, setelah diadakan pengukuran dengan sistim jajar legowo, akan menghasilkan gabah kering panen sekitar 8,56 ton per hektar dan jika memakai sistim jarak tanam yang tidak beraturan akan menghasilkan padi sekitar 6,32 ton per hektar. Adapun areal sawah tanam musim kemarau di hamparan Kelompok Tani Suka Maju ini seluas 40 hektar dengan tanaman bibit padi IR-64, Ciherang dan Cibogo dan menghasilkan panen padi sebanyak 283,2 ton gabah kering. ( JuP-31, Esha )