Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-04-2009
  • 521 Kali

Kelompok Tani Barokah Wakili Jatim pada Lomba Agrobisnis Kedelai Tingkat Nasional

News Room, Kamis (16/04) Kelompok Tani “Barokah”, Kecamatan Guluk-guluk, tahun ini dipercaya mewakili Jawa Timur untuk lomba Agrobisnis Kedelai tingkat Nasional, setelah sebelumnya di tahun 2008 berhasil menggondol juara I dalam lomba Agrobisnis, Tanaman Pangan dan Holtikultura tingkat Jawa Timur. Bupati Sumenep, KH. Radlan Siraj, SE, MM, saat menerima Tim Penilai dari Direktorat Tanaman Pangan Departemen Pertanian, Rabu (15/04) malam, di ruang VIP Rumah Dinas Bupati Sumenep, mengungkapkan kebanggaanya pada Poktan Barokah yang telah mewakili Jawa Timur di ajang Nasional. Sebab, secara tidak langsung, telah menjadi indikator kesuksesan pemerintah daerah dalam pembinaan pertanian. Kiai Ramdlan berharap, Poktan Barokah tidak mengecewakan dalam ajang lomba kali ini. Sebab, saat ini bukan lagi membawa nama Kabupaten Sumenep melainkan nama baik Provinsi Jawa Timur. “Oleh karena itu, dalam lomba nanti Poktan Barokah diharapkan mampu berprestasi, bahkan mampu di puncak tertinggi,” tegasnya. Selain itu, pihaknya juga berharap Poktan Barokah mampu menjadi inspirasi dan semangat bagi kelompok tani lainnya untuk juga menikatkan kualitasnya sehingga mampu meraih prestasi serupa. Sementara itu, Ketua Tim Penilai Ir. Hariyono, disela-sela penilainan menjelaskan, penilaian difokuskan pada verivikasi data Kelompok Tani Barokah yang diajukan oleh Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur dengan kondisi dilapangan, serta penilaian terhadap Mantri Tani yang selama ini menjadi pembimbing dalam memajukan Kelompok Tani Barokah. Dari hasil penilaian yang dilakukan Hariyono menyimpulkan, secara keseluruhan Kelompok Tani Barokah dapat dikategorikan sangat baik, baik dari segi manajemen, infrasukrtur serta keberhasilannya dalam meningkatkan hasil panen kedelai. “Ini sangat positf, karena ini sangat membantu dalam memenuhi stok kedelai, dimana secara nasional Indonesia masih harus mengimpor komoditi kedelai tersebut,” ungkapnya. ( Gun, Adjie )