Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-07-2008
  • 341 Kali

Kekeringan Musim Kemarau Landa 38 Desa

News Room, Kamis ( 24/07 ) Kekeringan yang melanda Kabupaten Sumenep, terus meluas. Bila sebelumnya hanya 3 pulau yang kekurangan air bersih, kini sudah mencapai 38 Desa yang tersebar di 27 Kecamatan yang ada di daratan maupun kepulauan. Di kepulauan, ada 6 Kecamatan yang masuk kategori kekurangan air bersih dan 9 Kecamatan berada di daratan. Kekeringan itu terjadi setiap kali masuk musim kemarau panjang. Bahkan, di Kecamatan Batuputih yang terdiri dari 14 Desa, 6 Desa diantaranya kering kerontang. Warga setempat terpaksa mengkonsumsi air hujan yang sudah berubah warna karena lamanya disimpan dalam tandon besar. Hal serupa juga terjadi di 4 Desa Kecamatan Kangayan, dan 5 Desa di Kecamatan Pasongsongan. Salah seorang warga Desa Gedang-gedang Kecamatan Batuputih, Ny Watik (47) mengaku setiap hari terpaksa mengkonsumsi air hujan yang sudah berubah warna, karena sumur warga tidak lagi mengeluarkan air. “Kalaupun ada sumber air harus berjalan kaki hingga 4 kilometer,”terangnya. Ia menerangkan, warga sudah berusaha mencari mata air untuk digali maupun di bor. Namun, jarang yang berhasil menemukan. Sebab, selain banyak penebangan pohon besar’ juga masuk daerah sulit air. "Sumur warga hanya mengeluarkan air saat musim penghujan,"kata Watik di rumahnya, Desa Gedang-gedang, Kecamatan Batuputih, Rabu kemarin (24/07/). Menurutnya, kekurangan air juga berimbas pada persediaan minuman untuk hewan ternak, seperti kambing dan sapi. Sehingga, hewan ternak ini terpaksa harus diberi makan pohon pisang. “Selain tidak ada air juga rumput dan tanaman untuk pakan ternak sudah habis,”ujarnya. Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, Drs. H. Moch. Dahlan, MM mengakui jika sejumlah daerah mengalami kekurangan air bersih setiap kali musim kemarau tiba, namun tidak separah seperti yang banyak di sampaikan orang. “Untuk kepulauan tidak sampai minum air laut, tapi bagi Dusun Songlor, Desa Gellaman, Kecamatan Arjasa, memang minum air payau, baik kemarau maupun penghujan,”terangnya. H. Moch. Dahlan menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sumenep siap membantu wilayah yang dilanda kekeringan, selama ada laporan dari aparat setempat. ( Nita, Esha )