Media Center, Senin ( 26/08 ) Kesebelasan Kecamatan Ambunten menjuarai Turnamen Sepak Bola Bupati Sumenep Cup 2019 setelah di partai final mengalahkan kesebelasan Kecamatan Pasongsongan dengan skor tipis 1-0.
Sejak menit awal kedua kesebelasan saling menyerang dan berusaha mencetak gol, namun hingga wasit meniup peluit babak pertama berakhir kedudukan tetap 0-0.
Memasuki babak kedua baik Kecamatan Ambunten dan Tim Kecamatan Pasongsongan meningkatkan permainan dengan jual beli serangan untuk mencetak gol.
Akhirnya A. Fandi pemain Kecamatan Ambunten mampu membobol gawang Kecamatan Pasongsongan melalui tendangan kerasnya saat mendapatkan tendangan bebas, akibat pelanggaran yang dilakukan pemain Kecamatan Pasongsongan di sebelah kiri pertahanannya.
Hingga peluit panjang berakhir tidak ada gol yang tercipta dari kedua kesebelasan, sehingga kesebelasan Kecamatan Ambunten berhasil meraih juara pertama dan Kecamatan Pasongsongan sebagai juara ke dua.
Pada laga final itu disaksikan langsung oleh Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, serta jajaran Forkopimda, kepala OPD, Manajer Perssu Ny. Nurfitriana dan Ketua Askab PSSI Khairul Anwar.
Bupati mengatakan, turnamen itu digelar dalam rangka mencari bibit pesepak bola putera daerah potensial untuk menjadi seorang pemain profesional baik tingkat provinsi maupun nasional.
“Siapa pun anak bangsa baik putera Sumenep yang mempunyai keahlian mengocek bola pasti bisa menjadi pemain nasional. Jadi melalui turnamen sepak bola Bupati Cup diharapkan lahir putera daerah menjadi pemain profesional,” tegas Bupati saat menutup turnamen tersebut, Senin (26/08/2019).
Kesebelasan Kecamatan Ambunten sebagai juara pertama berhak mendapat piala bergilir Bupati Sumenep, dan penyerahan piala serta mendali dilakukan oleh Manajer Perssu Nurfitriana didampingi Bupati dan Ketua Askab PSSI Sumenep.
Ia menyampaikan, setiap turnamen pasti ada yang menang dan kalah, sehingga seluruh pihak untuk tetap menjunjung tinggi persaudaraan demi menjaga persatuan di Kabupaten Sumenep.
“Jadi lawan itu hanya saat bertanding selama 2 x 45 menit saja, setelah itu kita adalah saudara sebagai masyarakat Sumenep yang cinta damai,” pungkasnya. ( Yasik, Fer )