Sumenep-Kominfo News Room : Kebijakan Pemerintah Propinsi Jawa Timur tahun ini lebih difokuskan pada penyelamatan masyarakat miskin. Hal ini dikarenakan dari 36 juta jiwa penduduk Jawa Timur, 3,3 juta jiwa merupakan penduduk miskin yang sebagian besar timbul akibat kenaikan bahan bakar minyak serta krisis ekonomi. Gubernur Jawa Timur, H. Imam Utomo saat menerima Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Timur di Ruang Kerjanya Jalan Pahlawan Surabaya, Senin (08/05) mengatakan, kebijakan pemerintah Propinsi Jawa Timur saat ini ditekankan pada penyelamatan rakyat miskin agar dapat berkurang secara bertahap. Dia mengatakan, Propinsi Jatim saat ini tidak melakukan kegiatan yang bersifat pertumbuhan ekonomi melainkan lebih terfokus pada penyelamatan ekonomi masyakat miskin agar terhindar dari kelaparan, gizi buruk, kriminalitas dan kerusuhan sosial. �Untuk mengatasi hal ini, Pemprop Jatim telah menfokuskan pada program-program pemberdayaan masyarakat Desa, seperti proyek padat karya melalui dana kompensasi BBM sebesar Rp 1,3 triliun serta menggelar pasar murah,� ujarnya. Gubernur menambahkan, disamping masalah kemiskinan Pemprop Jatim juga melakukan perhatian serius terhadap masalah pendidikan, dimana pendidikan di Jatim merupakan icon atau percontohan nasional melalui program BOS, yakni bebas biaya pendidikan dari SD hingga SMP. Disisi lain, angka buta huruf di Jatim masih berada pada urutan tujuh di Indonesia. Hal ini dikarenakan dari tujuh ribu Pondok Pesantren yang mengajarkan bidang salafiyah, ternyata banyak yang tidak menerapkan wajar sembilan tahun. �Untuk menyikapi hal ini, kami meminta dukungan kepada semua komponen masyarakat termasuk IMM untuk dapat maju sebagai relawan guna membantu dan mengajarkan kepada masyarakat Jatim agar bebas dari buta huruf,� harapnya. Ketua Umum IMM Jatim, Arief Setyawan mengatakan, IMM bertemu dengan Gubernur Jatim memiliki tujuan melakukan sinergi atau komunikasi timbal balik. IMM merupakan organisasi kemahasiswaan yang banyak mempunyai sumber daya manusia yang dapat dimanfaatkan utamanya membantu pembangunan di bidang pendidikan. �Kami akan selalu siap jika diperlukan oleh pemerintah baik pemikiran maupun mengawal jalannya roda pemerintahan di Jatim,� katanya. Ditambahkannya, terkait dengan akan dilakukannya Muktamar IMM di Ambon pada 10-15 Mei mendatang, IMM Jatim akan mengirimkan 80 orang dengan membawa agenda anggaran dasar serta mengusulkan kader dari Jatim untuk duduk di pengurus IMM pusat. IMM Jatim membawahi 17 Cabang dan 72 Komisariat yang tersebar di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Program IMM diorentasikan pada program pengkaderan dan pembinaan kualitas pendidikan dan intelektual. ( Info Jatim, Esha )