Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-07-2005
  • 1858 Kali

KEBERADAAN KOPERASI DIHARAPKAN MAMPU MENGURANGI PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN

Sumenep-Infokom News Room : Dengan tema Revitalisasi Koperasi Sebagai Solusi Mengatasi Pengangguran Dan Kemiskinan, maka koperasi yang merupakan satu-satunya badan usaha yang mampu menghimpun dan menfasilitasi serta mendorong kemajuan ekonomi rakyat berpenghasailan rendah, diharapkan keberadaan koperasi dapat menciptakan kesempatan kerja baru dan mampu mengurangi pengangguran dan kemiskinan, demikian diungkapkan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang disampaikan Bupati Sumenep, Drs. Endro Siswantoro, M.Si ketika bertindak selaku Inspektur Upacara pada upacara hari Koperasi ke 58 tahun 2005. Dituturkan, meski perjalanan koperasi mengalami pasang surut, namun selama perjalannya itu, hingga saat ini sedikitnya 27 juta orang tergabung dalam 130 ribu unit koperasi yang tersebar di tanah air. Bahkan jumlah tersebut sudah menyebar diberbagai sektor ekonomi yang meliputi koperasi produsen, seperti koperasi peternak, nelayan, dan koperasi konsumen, seperti koperasi desa, simpan pinjam, serta koperasi jasa seperti koperasi angkutan. Dan hal itu membuktikan, bahwa koperasi sudah mengakar ditengah-tengah masyarakat, namun demikian dalam pengembangan koperasi, prakarsa masyarakat merupakan hal yang paling utama, sehingga apapun peran pemerintah guna mewujudkan program koperasi tidak akan terwujud, apabila tidak mendapat dukungan dari segenap masyarakat. Koperasi akan berkembang apabila berpegang teguh pada prinsip yang mengakar pada kekuatan, kemandirian dan berorientasi kepada kepentingan anngotanya, bukan atas peran pemerintah, sebab peran pemerintah diantaranya hanya sebatas memberikan dukungan kebijakan terhadap pengembangan usaha yang kondusif, peningkatan akses Kredit Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) terhadap sumber daya produktif, dan pengembagan kewira usahaan. Dikatakan pula, dalam 2 tahun terakhir ini, kinerja koperasi menunjukkan keberhasilan, buktinya, pada tahun 2004 jumlah koperasi 130 ribu 730 unit dan di tahun 2003 hanya 123 ribu 181 unit, sedangkan keangotaannya pun terjadi peningkatan, yang semula ditahun 2003 mencapai 27 Juta 282 ribu 658 orang di tahun 2004 mencapai 27 juta 523 ribu 53 orang, bahkan modal usaha yang semula Rp. 24,3 triliyun meningkat mencapai Rp.28,9 triliyun. Dan hal itu mempunyai imbas terhadap peningkatan usaha. Dengan adanya data tersebut diharapkan, pemberdayaan kopersasi dapat berjalan optimal, apalagi menghadapi persaingan yang semakin ketat 5 tahun kedepan. Mengingat 5 tahun kedepan, koperasi dituntut untuk mewujudkan lingkungan usaha yang mampu mensimulasi terbentuknya 70 ribu kopersai yang berkwalitas, untuk itu masing-masing daerah mengagendakan dalam bentuk perencanaan tahunan yang disesuaikan dengan kemampuan daerah. Sementara itu dalam lomba memperingati Hari Koperasi ke 58 tingkat Jawa Timur, perwakilan Kabupaten Sumenep yang diikut sertakan dalam lomba tersebut meraih 2 kejuaraan, yakni Juara I Karya Tulis tingkat SLTP atas nama Taufiqurrahman, Juara III Koperasi Pelulusan terbaik atas nama Koperasi PT. Garam (Persero) Kalianget. ( Yasik, Esha )