News Room, Kamis ( 31/12 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pendidikan, terus berjibaku untuk mengurangi angka buta aksara, yang selama beberapa tahun sempat menjadi persoalan serius di Kabupaten Sumenep.
Salah satu upaya yang dilakukan dalam upaya mengurangi jumlah buta aksara, yakni dengan progam Keaksaraan Fungsional (KF) Dasar. Seperti yang dilakukan di 3 Kecamatan di Sumenep, yakni Kecamatan Gapura, Dungkek, dan Kecamatan Batang-batang.
Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Misbahul Munir kepada News Room, Rabu (31/12) mengungkapkan, kegiatan program KF Dasar yang dilaksanakan di 3 Kecamatan tersebut dengan persentasi di Kecamatan Gapura 25.86 persen, Kecamatan Dungkek 59,08 persen dan Kecamatan Batang-batang 29,94 persen.
“Program Keaksaraan Fungsional sudah dilakukan sejak tahun 2010 hingga tahun 2015 ini, dan telah berhasil mengurangi angka buta aksara di Sumenep,”ungkapnya.
Salah satu contoh, sejak dilaksanakan program KF dari tahun 2010-2015 di Kecamatan Gapura telah mampu menuntaskan 2.586 orang buta aksara, dan Kecamatan Dungkek hingga 6.232 orang buta aksara, sementara Kecamatan Batang-batang 3.967 orang buta aksara.
Menurut Munir, pihaknya akan terus berkometmen untuk mengurangi jumlah buta aksara di Kabupaten Sumenep, tentunya juga harus didukung semua pihak, baik dari eksekutif, legislatif, termasuk masyarakat dalam menuntaskan buta aksara di Kabupaten Sumenep.
“Dengan pengentasan buta aksara, juga akan berdampak pada kemajuan masyarakat Sumenep, karena maju tidaknya suatu bangsa juga tergantung dari tingkat pendidikan yang dimiliki oleh masyarakatnya,”pungkasnya. ( Ren, Esha )