Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-10-2008
  • 745 Kali

KBM Di Sekolah Pasca Lebaran, Berjalan Normal

News Room, Jum’at ( 10/10 ) Meski siswa cukup lama menjalani masa liburan sebelum dan sesudah lebaran Idul Fitri, namun pelaksanaan kegiatan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah-sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA berjalan normal seperti biasa. Terbukti, dalam pantauan News Room dibeberapa sekolah sejak hari Kamis hingga Jum’at yang merupakan awal masuk sekolah, terlihat tertib. Seperti yang diakui Kepala SMA Negeri 2 Sumenep, Drs. H. Moh. Mokri, jika sejak siswa mulai masuk sekolah hari Kamis hingga Jum’at ini, pelaksanaan KBM sudah berlangsung sebagaimana mestinya. Dan semua guru juga hampir semua melaksanakan pembelajaran seperti hari-hari biasanya. Sedangkan untuk mata pelajaran tambahan dan bimbingan khusus (Binsus) bagi siswa, utamanya yang akan mengikuti ujian pertengahan semester bagi kelas VII dan VIII, kemmungkinan akan dilaksanakan minggu depan. Sebab, pihaknya juga tidak ingin peserta didiknya tertinggal dengan materi pelajaran setelah selama sebulan hanya melaksanakan kegiatan pembelajaran fakultatif dan beberapa hari libur lebaran. Hal yang sama juga diakui Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri II Terate Sumenep, Drs. Abdullah, MH. Menurutnya, hampir semua siswanya sudah mengikuti KBM dengan baik. Bahkan sebelum siswa masuk sekolah, para gurupun melaksanakan acara Halal Bil Halal sekaligus bisa melihat kesiapan dan keadaan guru yang ada secara lahir dan bathin, untuk melaksanakan tugas dan tanggung-jawab mendidik putera-puterinya di MTs ini. ”Alhamdulillah, tingkat kehadiran dan kesiapan guru dan siswa sendiri sejak hari pertama masuk kemarin sudah baik, dan dapat melaksanakan KBM sebagaimana mestinya,”ujar Abdullah. Hanya saja, jelas Abdullah, karena kebetulan MTs Negeri Terate ini berdekatan dengan Ponpes, dan secara kebetulan ada beberapa siswa dari Ponpes tersebut, pihaknya tetap memberi kebijaksanaan, utamanya bagi santri yang dari kepulauan, juga terkait jadwal Pondok sendiri, pihaknya tetap memberi ijin. Apalagi tegas Abdullah, hanya ada satu-dua siswa saja dari beberapa kelas yang belum kembali masuk. ( Ren, Esha )