News Room, Kamis ( 29/11 ) Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) Kabupaten Sumenep, sejak Januari hingga 26 Nopember 2007 kemarin, sebanyak 787 penderita, dengan daerah terbanyak penderita di Kecamatan Kota Sumenep sebanyak 142 penderita. Kemudian, penderita DBD yang meninggal dunia 19 penderita. Demikian diungkapkan Kasie Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. Samsu Hadi Widjojo. dr. Samsu menerangkan, angka penderita DBD tersebut dimungkinkan akan terus bertambah, mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan yang merupakan musim berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti. Karena itu, pihaknya berharap kepada masyarakat, agar menjaga lingkungannya tetap bersih, dengan terus menggalakkan 3-M, menutup, menguras dan mengubur tempat-tempat yang dijadikan bersarangnya nyamuk penyebab DBD. dr. Samsu menuturkan, sesuai dengan data, daerah tertinggi penderita DBD setelah Kecamatan Kota Sumenep, yakni Kecamatan Saronggi 81 penderita, Kalianget 80 penderita, Batang-batang 70 penderita dan Dasuk 52 penderita. Sedangkan, dari 27 Kecamatan se Kabuapten Sumenep, yang masih dinilai terbebas dari penderita DBD hanya 5 Kecamatan kepulauan, yakni Kecamatan Raas, Sapeken, Arjasa dan Kangayan. dr. Samsu menandaskan, 4 Kecamatan kepulauan itu terbebas dari penderita DBD, diperkirakan karena letak lokasi yang sangat jauh dengan daratan, sehingga mobilitas penduduknya jarang berinteraksi dengan penduduk daratan. Sedangkan, Kecamatan kepulauan Nonggunong dan Giligenting masih terjangkit DBD, diprediksi di wilayah tersebut terdapat faktor nyamuk penyebab DBD. dr. Samsu memaparkan, jumlah penderita DBD selama 2007 mencapai 787 penderita, dengan rincian Januari sebanyak 124 penderita, Pebruari 150, Maret 120, April 93, Mei 72, Juni 69, Juli 40, Agustus 16, September 19, Oktober 58 dan Nopember 26 penderita. ( Nita, Esha )