Sumenep-Infokom News Room : 11 siswa SMA Negeri 2 Sumenep, Senin (29/08), sekitar pukul 08.00 WIB, secara bergiliran mengalami kesurupan. Sehingga, para dewan guru dan Plt. Kepala SMA menjadi panik. Dengan kepanikan itu, akhirnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dihentikan. Kesurupan massal itu diduga karena, mereka kelelahan setelah menjalani acara kemah di Desa Lembung Kecamatan Lenteng, untuk dilantik menjadi anggota Palang Merah Remaja (PMR). Namun, Plt. Kepala SMA Negeri 2 Sumenep, Drs. HM. A. Hidayat membantah, kalau siswanya itu kesurupan. Karena, berdasarkan penjelasan siswa yang sudah siuman dari pingsannya, mereka mengaku kalau belum sempat sarapan, sehingga kondisi tubuhnya tidak kuat, yang menyebabkan penyakit maag-nya kambuh. Dayat mengungkapkan, kejadian semacam itu sudah terjadi ketika kemah sedang berlangsung, yang awalnya menimpa 3 siswanya, yang kemudian merembet kepada salah satu siswa kelas 10 – satu dan 7 siswa lainnya. Dayat menerangkan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, maka pihaknya terpaksa harus memberikan dispensasi kepada siswa lainnya, yakni pulang lebih awal, karena salah satu dari korban harus dirujuk ke Rumah Sakit Daerah Dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Selanjutnya Dayat memaparkan, rujukan itu dilakukan, karena pihaknya merasa khawatir terhadap kondisi korban yang mengalami pingsan sangat lama, dibandingkan korban lainnya. Bahkan, Dayat mengaku terpaksa harus mendatangkan 3 Ustadz, yakni Ustadz Sa’id Bani, Ustadz Muksin dan Ustadz Farhat, karena salah satu korban sempat mengeluarkan perkataan yang menakutkan, yang diduga memang kesurupan, seperti halnya dicontohkan Dayat, “saya tidak mau keluar�. Dayat menyatakan, dirinya tidak tahu pasti, apakah itu kesurupan atau tidak, karena kejadian ini merupakan kali pertama dialami SMA Negeri 2 Sumenep. ( Nita, Esha )