News Room, Sabtu ( 19/04 ) Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggi memang dikenal banyak memiliki potensi Seni Karawitan termasuk juga Sindennya. Kepala Desa Tanamerah, Suroso mengaku, para pelaku Seni Karawitan yang ada di Desanya bisa dibilang menjamur. Bahkan pelaku seni budaya tradisional tersebut mayoritas justru dinominasi perempuan, padahal dulunya mayoritas pelaku Seni Karawitan adalah laki-laki, namun lama kelamaan justru yang menjamur malah karawitan perempuan. Hal tersebut juga dibuktikan dengan nama-nama group karawitan yang ada berciri perempuan. Lebih lanjut menurut Suroso, pihaknya sangat mendukung apresiasi masyarakatnya yang secara otodidak mulai membumikan Desa Tanamerah dengan Budaya Karawitan. Sebab ternyata mereka bisa memiliki penghasilan lumayan, karena setiap kali ada tanggapan keluar daerah maupun di daerahnya sendiri, para pelaku seni ini juga mendapatkan upah yang tidak sedikit. Berkisar Rp. 50.000,00 hingga Rp. 200.000,00 setiap kali manggung, bahkan pada bulan-bulan tertentu seperti bulan Agustus, September dan Oktober, rata-rata kerawitan yang ada di Desanya tidak pernah sepi manggung, malah dalam setiap harinya hampir tidak pernah kosong selama tiga bulan tersebut. Namun, untuk bulan-bulan lainnya, meski tidak terlalu banyak tetapi tidak sampai membuat dapur mereka tidak mengepul. Diakui Suroso, yang paling menarik ternyata dari kebiasaan mereka berkarawitan, malah kemudian ada yang terjun sebagai sinden. Meski awalnya sepertinya untuk menjadi seorang sinden merupakan pekerjaan yang tabu, namun pelan tapi pasti ada sekitar sepuluh sinden lebih di Desanya. Bahkan para sinden tidak hanya didominasi para perempuan dewasa dan ibu rumah tangga, tetapi banyak remaja putri yang bahkan menjadikan profesi sinden sebagai kebanggaan. Karena, disamping mungkin sejak kecil mengalir darah seni orang tuanya, yang penghasilannyapun tidak kalah dengan penyanyi panggung. Bayangkan, untuk sekali manggung, seorang sinden bisa meraup minimal Rp. 500.000,00 hingga Rp. 2 juta. Itupun diluar hasil saweran yang kadang berlipat dari tarip kontrak dari pemilik hajat. Diakhir wawancaranya, Kades yang berpenampilan sederhana ini berharap seni budaya karawitan yang dimiliki Desanya itu dapat dilirik pemerintah untuk dijadikan promosi salah satu kekayaan wisata budaya di Kabupaten Sumenep. ( Ren, Soek )