News Room, Selasa ( 17/09 ) Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Timur Pradopo memimpin upacara serah terima jabatan (sertjab) 7 Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) di Markas Besar Polri, kemarin (16/09). 7 Kapolda anyar itu adalah Kapolda Bali, Albertus Julius Benny Mokalu, Kapolda Bengkulu, Brigjen Tatang Somantri, Kapolri Banten, Brigjen Muhammad Zulkarnain, Kapolda Gorontalo, Brigjen Andjaja, Kapolda Kalimantan Barat, Brigjen Arie Sulistiyo, Kapolda Kalimantan Selatan, Brigjen Machfud Arifin, dan Kapolda Maluku Utara, Brigjen Sobri Effendy Surya. Selain itu, Kapolri melakukan serah terima jabatan terhadap Asisten Operasi (Asops)n Kapolri dari Komjen Badrodin Haiti kepada Irjen Arif Wachyunadi, Koordinator Staf Ahli (Korsahli) Kapolri dari Irjen Alex Bambang Riatmojo kepada Irjen Herry Haryanto. Dalam upacara yang disaksikan puluhan petinggi Polri tersebut, Timur berpesan kepada 7 Kapolda dan 2 pejabat Polri yang baru dilantik agar mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2014 serta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Corporation (APEC) di Bali, tanggal 6 hingga 9 Oktober 2013. “Ada 2 agenda besar yang dihadapi ke depan, kaitannya dengan pengamanan Pemilu 2014 dan pertemuan negara-negara APEC. Semua harus menjadi perhatian, bagaimana membina wilayah kita dan mengantisipasi terhadap 2 event tersebut,”kata Timur. Dalam upacara yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut, Timur menekankan adanya sanksi berat kepada para pejabat Polri yang terlibat kasus Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). "Saya tekankan, bahwa gratifikasi adalah korupsi. Anda tidak boleh menerima apa pun dari mana pun, dari siapa pun,”tegasnya. Sehubungan dengan issue miring pergantian Kapolda Gorontalo, Brigjen Budi Waseso yang tengah gencar memberantas korupsi, Timur memastikan mutasi yang bersangkutan dilakukan secara profesional. Kapolri menegaskan, bahwa pergeseran Budi Waseso dari Kapolda Gorontalo menjadi dosen di Lembaga Pendidikan Polisi (Lemdikpol) Polri, sudah melalui standar. ( JP, Esha )