Media Center, Senin ( 29/01 ) Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sumenep, Madura, Jawa Timur, AKBP
Fadillah Zulkarnaen memastikan, bahwa situasi di
wilayahnya saat ini masih aman menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub)
Jatim.
"Untuk Sumenep tidak masuk rawan konflik di Pilgub Jatim," tegas Kapolres Sumenep, Senin (29/01).
Kendati demikian, lanjut Kapolres, Korps Bhayangkara tetap melakukan
antisipasi, mengingat pesta demokrasi di daerah lain sering berujung
konflik berkepanjangan.
“Berdasarkan pemetaan sementara, Sumenep
termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan konflik yang minim. Kalau pun
ada, potensi kerawanan lebih diakibatkan sebagai dampak dari kondisi
geografis, karena Sumenep terdiri dari berbagai pulau,” terangnya.
Sumenep memiliki 334 Desa/Kelurahan yang tersebar di 27 Kecamatan
daratan dan kepulauan. Sementara jumlah pulau mencapai 126 pulau, 48
pulau diantaranya berpenghuni.
Guna mengantisipasi terjadinya hal
yang tidak dinginkan, Polres Sumenep akan menerjunkan sebanyak sekitar
700 personel. Jumlah tersebut sangat tidak ideal, mengingat jumlah
Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang mencapai ribuan.
“Ada
keterbatasan jumlah personel, misalnya jika dibandingkan dengan jumlah
TPS Pilkada Jawa Timur 2018 yang telah ditetapkan sebanyak 2.400
unit,” paparnya.
Menurutnya, sejak awal 2018 pihaknya selalu
mengingatkan supaya polisi meningkatkan kondisi yang terjadi di sekitarnya. Untuk sementara yang masih terus mendapat
pengawasan khusus di wilayah Kecamatan Guluk-guluk. Sebab beberapa waktu
lalu Balai Desa Guluk-guluk dilempari bondet oleh orang yang tak
dikenal.
Pilgub Jatim bakal digelar pada Juni 2018. Saat ini
terdapat 2 pasangan bakal calon yang mendaftar ke KPU Provinsi Jawa
Timur, yakni Syaifullah Yusup-Puti Guntur Sukarto, dan Khafifah Indah
Parawansah- Emil Dardak. ( Nita, Esha )