News Room, Kamis ( 07/05 ) Tim Penyidik Polres Sumenep, berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 3 Moh. Hasim (37) warga Desa Sindir, Kecamatan Lenteng. Korban yang ditemukan tewas tergeletak berlumur darah dan penuh luka sayatan itu, ternyata dibunuh tetangganya sendiri, yakni Hadari (37). Motifnya, hanya karena cemburu yang lama terpendam. Dengan tertangkapnya pelaku pembunuhan Ketua KPPS ini, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Polisi Anton Bachrul Alam, turun langsung ke Polres Sumenep, Kamis (07/05) siang, untuk melihat langsung tersangka dan mengetahui motif pembunuhannya. Kapolda tiba di Polres Sumenep sekitar pukul 12.15 WIB, dengan menggunakan Helikopter, yang mendarat di Lapangan Terbang (Lapter) Trunojoyo. Lalu, menggelar jumpa pers di Aula Sutanto Polres Sumenep. Kapolda Jatim, Irjen Polisi Anton Bachrul Alam mengatakan, sesuai hasil pemeriksaan terhadap tersangka. Bahwa, motif pembunuhan yang menimpa Ketua KPPS TPS 3 Desa Sindir, murni karena dugaan perselingkuhan dan tidak ada kaitannya dengan politik. “Jadi, pertanyaan selama ini atas tewasnya Ketua KPPS 3 Desa Sindir ini sudah terjawab. Saya tekankan sekali lagi, motifnya tidak ada kaitannya dengan politik, murni karena dugaan perselingkuhan,â€Âtegas Anton, pada wartawan di Aula Sutanto Polres Sumenep, saat jumpa pers, Kamis (07/05). Meski pelaku sudah tertangkap, kata dia, Tim Penyidik Polres Sumenep masih tetap melakukan penyidikan. “Sebab, dimungkinkan ada pelaku lainnya. Aparat masih belum yakin pembunuhan itu dilakukan satu orang, jika melihat dari luka sayatan yang ada di tubuh korban. Untuk sementara, tim penyidik memang baru menetapkan satu orang tersangka, sebagai pelaku pembunuhan,†ujarnya. Untuk mengungkap pelaku tersebut polisi memeriksa 15 orang saksi dan melacak nomor telepon yang terakhir kali melakukan hubungan dengan korban. Ditemukan, jika istri pelaku, Rahatun (32) sering melakukan komunikasi dengan korban. “Korban juga diketahui sering membelikan pulsa Rahatun, sehingga, diduga kuat telah lama mempunyai hubungan perselingkuhan. Bahkan Rahatun juga yang pertama kali menemukan mayat korban,†terangnya. Pelaku sempat berusaha menghilangkan barang bukti berupa sebuah clurit dan hanphone milik korban dengan cara membakar. Lalu, dibuang di kotoran sapi. “Tapi, sisa pembakaran clurit telah diamankan sebagai barang bukti,â€Âungkapnya menambahkan. Sebelumnya, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 3, Moh. Hasyim (37) warga Desa Sindir, Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura, ditemukan tewas mengenaskan di sawah, 100 meter dari rumahnya, Selasa (21/04) pagi. Di sekujur tubuhnya terdapat banyak luka sayatan. Diantaranya, luka di bagian leher, kedua tangan nyaris putus dan usus terurai. ( Nita, Esha )