Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-06-2012
  • 595 Kali

Kapal Tak Kunjung Berangkat, Warga Masalembu Datangi DPRD

News Room, Selasa ( 12/06 ) Puluhan warga kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Selasa (12/06) pagi, mendatangi Kantor DPRD setempat, guna mengadukan belum adanya kapal yang berangkat ke Pulau Masalembu. Salah seorang warga Masalembu, Sumiyati mengaku, sudah berada di Pelabuhan Kalianget sejak Sabtu (09/06) kemarin, untuk menunggu pemberangkatan kapal ke Masalembu. Namun, sampai Selasa (12/06) ini, belum ada kapal yang beroperasi ke pulau tersebut. “Kami datang ke dewan, agar kapal bisa segera diberangkatkan. Kalau terlalu lama di Pelabuhan Kalianget, dirasa tidak mampu. Apalagi suami saya sakit dan membawa bayi berumur dua bulan. Biaya hidup mahal, tolong lah kapal secepatnya diberangkatkan ke Masalembu,”kata Sumiyati, di kantor DPRD Sumenep, Selasa (12/06). Usai melakukan negosiasi dengan staf dewan, akhirnya sejumlah perwakilan calon penumpang kemudian dipersilakan bertemu dengan anggota Komisi C DPRD Sumenep, yang juga dihadiri Dinas Perhubungan dan perwakilan PT. Dharma Lautan Utama (DLU), salah satu operator pelayaran di Sumenep. Sementara Ketua Komisi C DPRD Sumenep, H. Abdul Hamid Ali Munir, SH menjelaskan, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan mengenai tidak beroperasinya kapal perintis menuju Masalembu. Karena, manajemen PT. Sumekar Line sebagai operator jalur keperintisan tidak menghadiri pertemuan tersebut. “Surat panggilan sudah kami layangkan sebanyak dua kali, tapi tidak diindahkan. Bahkan, Dinas Perhubungan Sumenep sendiri juga memberikan surat teguran, lagi-lagi tidak dihiraukan. Ada apa ini,”terang H. Abdul Hamid. Menurut H. Abd. Hamid, sesuai hasil pertemuan itu, sebenarnya kapal DBS I sebagai pengganti kapal perintis yang sedang dooking, berada di Pelabuhan Kalianget. Namun tidak bisa berlayar. “Nah, ketika kami temui awak kapal alasan tidak berangkat, ternyata kendala biaya operasional. Ini menjadi persoalan serius bagi kami. Makanya, kami secepatnya mencari jalan keluar dalam jangka pendek maupun jangka panjangnya,”ujarnya. Untuk jangka pendek, kata Hamid, pihaknya sudah meminta pimpinan Dinas Perhubungan Sumenep, melakukan koordinasi dengan Bupati. “Kita tunggu hasilnya. Tapi, kami akan berusaha sementara waktu jalur keperintisan dilayani PT DLU. Kebetulan perwakilannya tadi hadir, dan menyatakan siap beroperasi ke Masalembu. Namun, harus ada surat permintaan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. Mudah-mudahan segera ada kejelasan,”ungkapnya. Sedangkan jangka panjang yang sudah dipikirkan menyelesaikan persoalan armada ke kepulauan di Sumenep, yakni dengan membuka peluang bagi operator lain. Kedatangan warga Masalembu itu, juga disambut anggota DPRD Sumenep asal setempat, Darul Hasyim, yang langsung menyatakan akan menanggung biaya akomodasi warganya selama menunggu pemberangkatan kapal di Kalianget. “Sampai sekarang, kami pun belum tahu pasti alasan PT. Sumekar Line enggan memberangkatkan armadanya ke Masalembu, padahal sudah bersandar di Pelabuhan Kalianget sejak beberapa hari lalu. Kami sudah mencoba menghubungi manajemen PT. Sumekar Line, tapi tidak diangkat,”pungkasnya. ( Nita, Esha )