News Room, Sabtu ( 28/07 ) Ketidak lancaran jalur keperintisan yang jangkauan pelayanannya hingga kepulauan terjauh di Sumenep, seperti Masalembu dan Sapeken, akibat hanya beroperasinya satu armada, yakni KM. Sabuk Nusantara, akan kembali normal. Hasil koordinasi Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep dengan Otoritas Pelabuhan III Tanjung Perak Surabaya menyebutkan, kapal pengganti Kapal Amukti Palapa yang melayani jalur keperintisan, akan beroperasi pada akhir Juli 2012 mendatang. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, H. Achmad Nur Salam, S.Sos, M.Si menjelaskan, pada Senin (23/07) kemarin, stafnya telah bertemu langsung dengan pihak terkait di Otoritas Pelabuhan III Tanjung Perak untuk menanyakan kepastian operasional kapal pengganti Kapal Amukti Palapa tersebut. “Ternyata, saat ini, kapal pengganti tersebut dalam perjalanan ke Pelabuhan Tanjung Perak. Rencananya, kapal itu akan melayani jalur perintis mulai akhir Juli nanti. Semoga saja kapal tersebut bisa beroperasi tepat waktu, agar angkutan Lebaran tahun ini berjalan lancar,”terangnya. Operator baru yang menggantikan PT. Sumekar Line sebagai pengelola jalur perintis R-11 (titik awal pemberangkatan dari Pelabuhan Tanjung Perak) itu, kata H. Nursalam, adalah PT. Pelnu Seram Jaya Lines. Kapal yang digunakan operator baru tersebut adalah Kapal Surya Terang Abadi. “Awalnya jalur keperintisan dilayani oleh dua kapal, yakni Kapal Sabuk Nusantara yang dikelola PT. Lautan Kumala dan (sebelumnya) Kapal Amukti Palapa oleh PT. Sumekar Line. Namun, sejak awal Juli lalu, PT. Sumekar Line diputus kontrak sebagai pengelola kapal perintis yang rute awal pemberangkatannya dari Surabaya, karena tidak mengoperasikan kapalnya dalam kurun waktu cukup lama,”ujarnya. Hanya saja, menurut H. Nursalam, pada bulan Agustus 2012 mendatang kemungkinan terjadinya cuaca buruk yang berpotensi mengganggu kelancaran angkutan laut pada saat lebaran. “Cuaca laut buruk berupa angin kencang dan ketinggian ombak di atas tiga meter, adalah peristiwa alam yang tidak bisa dicegah maupun ditunda oleh manusia. Kalau cuaca laut dinyatakan buruk, tentunya tidak satu pun kapal yang akan beroperasi, dan selanjutnya bisa dipastikan calon penumpang tidak akan terangkut. Padahal, selama masa angkutan lebaran, jumlah calon penumpang akan meningkat, dan mereka ingin segera tiba di rumahnya,"ungkapnya. H. Nursalam berharap kondisi cuaca laut pada Agustus mendatang selalu normal supaya tidak mengganggu kelancaran angkutan lebaran. “Untuk sementara, jumlah riil kapal yang dipastikan akan beroperasi di sejumlah lintasan atau jalur selama masa angkutan lebaran, sebanyak 4 unit. Namun, nantinya ada 1 kapal lagi yang akan datang, guna melayani jalur perintis,”pungkasnya. ( Nita, Esha )