News Room, Senin ( 04/07 ) Sebuah kapal penumpang Mustika Kencana II, yang mengangkut 141 orang terdiri dari 118 penumpang dan 23 kru kapal, serta 38 kendaraan bermotor, dengan tujuan Makassar, terbakar sekitar 45 mil dari utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, pada Senin (04/07) pagi. Administrator Pelabuhan Kalianget, J.A. Turmanto menjelaskan, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, saat ini seluruh penumpang kapal milik PT. Dharma Lautan Utama (DLU), sudah dievakuasi oleh kapal penolong. “Berdasarkan informasi yang kami terima, kapal Mustika Kencana II tersebut berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Minggu (03/07) kemarin. Tapi, ketika melintasi Perairan Raas, Sumenep, terbakar. Tidak korban jiwa. Seluruh penumpang selamat dan sedang dievakuasi kapal lain,”kata Turmanto, di Sumenep, Senin (04/07). Proses evakuasi tersebut dilakukan 3 kapal, yakni KM. Dharma Kartika, Tug Boat Semar, dan KM. Pemudi. Sementara Kepala Cabang PT. DLU Kalianget, Wiweko Agung mengatakan, untuk membantu proses evakuasi penumpang kapal Mustika Kencana II yang terbakar itu, pihaknya telah memberangkatkan kapal Dharma Kartika. “Kami sudah berangkatkan KM. Dharma Kartika, guna menjemput para penumpang. Informasinya, penumpang akan langsung dievakuasi ke Surabaya. Kasus ini ditangani langsung DLU Surabaya,”terangnya. Sedangkan, Kapolsek Nonggunong, Kepulauan Sapudi, Iptu Bahril Mannan membenarkan kejadian terbakarnya kapal Mustika Kencana II, namun informasinya Tempat Kejadian Perkara (TKP)-nya masuk perairan Raas. “Karena TKP-nya 45 mil sebelah utara pulau Sepudi. Itu sudah masuk perairan Raas. Untuk itu, kami sedang berkoordinasi dengan jajaran Polsek Raas. Yang pasti, para penumpang selamat dan dievakuasi oleh kapal pemolong,”ungkapnya. Kapal Dharma Kartika yang akan mengevakuasi penumpang, kata Bahril, sudah berangkat dari peabuhan Kalianget. “Namun sampai saat ini ada kesulitan komunikasi radio, baik dengan kapal yang mengevakuasi maupun dengan kapal yang terbakar. Jadi kami kesulitan mengetahui pasti posisi kapal,”pungkasnya. ( Nita, Esha )