Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 26-06-2012
  • 705 Kali

Kapal DBS Tak Kunjung Beroperasi, Aliansi Mahasiswa Unjuk Rasa

News Room, Selasa ( 26/06 ) Sebanyak 50 Aliansi Mahasiswa Sumenep, Selasa (26/06) pagi, berunjuk rasa menuntut PT. Sumekar Line, sebagai operator pelayaran Kalianget ke Kepulauan Kangean, untuk segera mengoperasionalkan armadanya. Aksi para mahasiswa ini, dimulai dari Kantor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Namun, aksi hanya berlangsung sebentar, karena kantor tersebut tidak berpenghuni. Kemudian, mereka melanjutkan aksi ke Kantor Bupati Sumenep, dengan melakukan Long March. Korlap aksi, Araful Firaq, mengaku kecewa terhadap PT. Sumekar Line yang tidak memberangkatkan kapalnya, guna mengangkut calon penumpang ke Kangean. “Sudah 2 bulan warga kepulauan Kangean dan Sapeken terlantar di Pelabuhan Kalianget, akibat tidak beroperasinya kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) II milik PT. Sumekar Line. Ada apa ini ?, kenapa tidak kunjung ada solusi cerdas untuk mengatasinya. Harus berapa lama lagi warga Kangean menunggu kepastian pemberangkatan kapal?,”kata Araful, ketika berorasi di depan Kantor Bupati Sumenep, Selasa (26/06). Araful menjelaskan, pihaknya ingin bertemu dengan Bupati Sumenep, guna mempertanyakan kendala tidak beroperasinya kapal milik PT. Sumekar Line tersebut. “Kami cuma ingin tahu alasan tidak berlayarnya armada DBS II milik PT. Sumekar Line. Sudah saatnya Bupati Sumenep, mencari jalan keluar mengatasi transportasi laut ke kepulauan yang saat ini tersendat,”terangnya. Para pendemo itu, ngotot ingin bertemu dengan Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si. Karena tidak kunjung ditemui, akhirnya aksi makin memanas dan terjadi saling dorong antara pendemo dengan aparat kepolisian, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sapol PP). Bahkan, pagar pintu masuk Kantor Bupati nyaris roboh. Namun, aksi bisa diredam setelah 10 perwakilan aliansi mahasiswa diperkenan masuk dan ditemui langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep, Drs. H. Moh Saleh, M.Si. “Sejak tidak beroperasinya 2 kapal milik PT. Sumekar Line, kami sudah berulang kali memanggil pimpinannya. Tapi, tidak pernah diindahkan. Kami tidak diam, dan tidak ada niatan Pemkab menelantarkan warga kepulauan,”ujar Sekdakab Sumenep. Untuk itu, kata Saleh, Pemkab Sumenep kembali menjadwalkan memanggil pimpinan PT Sumekar, pada Rabu (27/06) besok. “Kita tunggu saja hasil pertemuan tersebut. Jadi, sekarang ini kami belum bisa memberikan penjelasan terkait tidak beroperasinya kapal milik PT. Sumekar Line itu. Karena, kami juga masih menunggu penjelasan dari PT. Sumekar Line sendiri,”ungkapnya. Usai tatap muka, akhirnya para pendemo membubarkan diri secara tertib, dengan tetap mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Sumenep. ( Nita, Esha )