Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-04-2009
  • 692 Kali

Kantor PPK Ambunten Dikepung Simpatisan PPP

News Room, Selasa ( 14/04 ) Ratusan simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, mengepung kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) setempat, Selasa (14/4) pagi. Mereka menduga terjadi penggelembungan hasil suara yang dilakukan penyelenggara Pileg, sehingga menguntungkan Caleg lain di internal PPP. Sesuai data yang diberikan kader dan simpatisan PPP menyebutkan jika di Desa Ambunten Timur, untuk TPS 4 pada Caleg PPP nomor urut 2 seharusnya tidak mendapatkan suara, namun tertulis 6 suara. Padahal, suara tersebut milik Caleg nomor urut 3. Kemudian, di TPS 6 Desa Belluk Raja, Caleg nomor urut 4 seharusnya mendapatkan 1 suara, tapi ditulis 4 suara. Temuan lainnya, yakni berupa hasil rekapitulasi suara di tingkat PPS yang mengalami perbedaan antara catatan Panwascam dengan PPK, yakni 295 banding 366 suara pada partai PPP. Sedangkan di Desa Belluk Raja hitungan suara yang masuk PPK tertulis 47, kenyataannya 44 suara. Salah seorang Caleg asal PPP, Kecamatan Ambunten, Moh. Taufik Jamali, mengatakan, dugaan penggelembungan hasil suara sudah terjadi satu hari setelah hari pencontrengan, 9 April lalu. Namun, setelah diklarifikasi ke PPK Ambunten, dan disepakati untuk membuka rekapitulasi suara berupa C-2 Plano. ”Hasilnya terbukti, jika ada kesalahan dalam penulisan perolehan suara pada Caleg tertentu. Dan, itu sudah diperbaiki, jadi tidak ada masalah,” tegasnya. Taufik mengaku, klarifikasi itu dilakukan, karena kesalahan penempatan hasil suara Pileg tersebut, menguntungkan caleg PPP lainnya. Sementara, Ketua PPK Ambunten, Mustofa Imron mengakui, kalau terjadi kesalahan penempatan perolehan hasil suara. “Memang ada kesalahan dalam penulisan perolehan suara. Tapi, semuanya sudah diperbaiki,” ujarnya. Mustofa Imron memaparkan, selisih catatan suara antara Panwas dengan PPK sudah tidak ada masalah. Sebab, data saksi parpol dengan rekapitulasi di PPK sama. “Jadi, tidak ada permasalahan lagi,” terangnya. ( Nita, Esha )