News Room, Senin ( 24/11 ) Petugas Kantor Pos Indonesia di Sumenep, mulai mencairkan dana kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kepada penerima program simpanan keluarga sejahtera (PSKS) sebanyak 115.999 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Kepala Kantor POS Sumenep, Suhartono Anton Sujarwo menjelaskan, realisasi program PSKS di Sumenep ini dijadwalkan sejak tanggal 23 November hingga tanggal 12 Desember untuk tahun 2014 ini. "Yang sudah terealisasi yakni di Kecamatan Kota dan Kecamatan Talango. Sedangkan untuk tanggal 24 November ini, kami merealisasikan di 8 Kecamatan di daratan," kata Suhartono Anton Sujarwo, Senin (24/11). Pencairan dana kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi itu untuk bulan November dan Desember 2014. Setiap penerima PSKS mendapatkan kucuran dana sebesar Rp. 400 ribu. "Teknis realisasinya, petugas dari Kantor Pos turun langsung ke kantor desa-desa. Para penerima bisa mengambil di kantor Pos, kantor kecamatan dan kantor desa yang menjadi tempat pencairan dana kompensasi itu," terangnya. Suhartono mengungkapkan, untuk data penerima kompensasi itu, pihaknya tetap menggunakan data penerima KPS (Kartu Perlindungan Sosial) dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) tahun 2013. Hanya saja, untuk kali ini, jumlah penerima berkurang dari data sebelumnya yang mencapai 116.378 RTS. "Jadi ada penurunan 379 penerima. Penyebabnya mereka tidak layak menerima bantuan kompensasi lagi," ungkapnya. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi di antaranya membawa kartu asli Kartu Perlindungan Sosial (KPS). "Kalau kartu KPS itu hilang bisa diganti dangan keterangan hilang dari kepala desa dan diverifikasi oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK)," pungkasnya. ( Nita, Fer )