News Room, Senin ( 23/06 ) Sebanyak 15.000 vaksin untuk ternak unggas di Sumenep akan di gelontorkan kepada para kelompok tani dan peternak di Kabupaten Sumenep. Hal tersebut diharapkan dapat menanggulangi penyakit terhadap hewan unggas yang selama ini rawan terjangkit virus, disamping membahayakan bagi hewan unggas sendiri, juga berakibat fatal kepada manusia dan lingkungan sekitarnya. Hal tersebut diungkapkan Kasie Kesehatan Hewan Kantor Peternakan Kabupaten Sumenep, H. Ainur Rasyidi, S.Pt di sela kegiatan Penyuluhan Kader Vaksinator di Desa Manding Laok Kecamatan Manding, Senin (23/06). Karena itu tegas Ainur Rasyidi, pihaknya melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada para peternak dan masyarakat untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan, agar dapat mandiri dalam melaksanakan vaksinasi, dan tidak selamanya tergantung pada petugas. Untuk tahun 2008 ini menurut Ainur, penyluhan dilakukan secara bertahap di 5 lokasi yang dimulai hari ini tanggal 23 hingga 27 Juni 2008 mendatang. Lima Lokasi yang dijadikan sasaran diantaranya di Kecamatan Manding bersama dari Kecamatan Batuputih, Kalianget dan Talango. Di Kecamatan Ambunten, Pasongsongan, Dasuk, dan Rubaru. Di Kecamatan Ganding dengan Kecamatan Lenteng, Guluk-guluk dan Batuan. Untuk Wilayah Kecamatan Bluto, Kecamatan. Saronggi, Pragaan dan Kota. Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Gapura, Kecamatan Batang-batang dan Dungkek. Sementara untuk Kepulauan menurut Ainur, memang belum di programkan tahun ini, dimungkinkan tahun berikutnya juga akan menjadi sasaran vaksinasi. Sasaran vaksninasi tersebut jelas Ainur, memang untuk kesehatan hewan, pengendalian dan penanggulangan penyakit. Sedangkan saat ini yang menjadi percontohan ternak unggas yang memang tervaksinasi dengan baik, yakni ternak di Desa Tanamerah Kecamatan Saronggi, yang saat ini penyakit unggas sudah hampir tidak ditemukan disana. Padahal sebelumnya, penyakit unggas selalu dialami ternak yang berakibat merugikan peternak sendiri. Disamping itu menurut Ainur selain melakukan penyuluhan dan vaksinasi, pihaknya juga melakukan penyemprotan terhadap unggas yang terserang virus. Salah seorang peternak asal Kalianget Barat, Jumattasan mengaku sudah tiga kali mengikuti penyuluhan, karena selama ini perlakuan vaksinasi yang dilakukan dengan baik akan membuahkan hasil yang baik. Hal yang sama diungkapkan H. Hannan warga Kecamatan Batuputih yang mengaku dengan vaksinasi yang diberikan kepada ternak ayam yang dimilikinya, penyakit ayam yang biasa menyerang pada musim pancaroba sudah tidak lagi menjadi langganan ayamnya. Karena bila tidak diantisipasi dari awal kalau sudah terserang penyakit akan sulit penyembuhannya. ( Ren, Esha )