Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-07-2010
  • 518 Kali

Kankemenag Sumenep Meng-update Data Siswa Setiap Awal Semester

News Room, Rabu ( 28/07 ) Kantor Kementerian Agama Sumenep berupaya untuk selalu meng-update data siswa, khususnya yang berada dimasing-masing Madrasah, mulai Ibtidaiyah hingga Aliyah setiap tahun ajaran baru, sehingga diharapkan dapat meminimalisir terjadinya mark up data siswa yang banyak dikeluhkan oleh berbagai kalangan. Kepala Seksi Mapenda, Drs. H. Idham Kholid, MH kepada sejumlah wartawan tadi siang, Rabu (28/07) mengungkapkan, jika upaya Kankemenag Sumenep agar seluruh lembaga pendidikan dibawah naungan Kementerian Agama Sumenep betul-betul memberikan data yang riil sesuai dengan kenyataan yang ada. Sebab, jika itu terjadi akan semakin kesulitan dalam pengembangan opersional maupun administrasinya, dan ujung-ujungnya akan merugikan lembaga itu sendiri. ”Kami sudah menekankan kepada masing-masing lembaga, baik pengelola maupun guru Kepala Madrasah, agar data siswa selalu dilakukan laporan setiap tahun ajaran baru yang ditanda tangani pihak pengelola dan Kepala Madrasah, sehingga mereka memiliki tanggung jawab terhadap kemurnian data itu,”tegas H. Idham. Lebih lanjut tegas H. Idham, jika nantinya ada pihak yang mempersoalkan data itu, pihaknya bisa menyodorkan data yang diterima. Bahkan, bila memamng ada yang memiliki data akurat terhadap adanya indikasi terjadinya mark up data siswa, pihaknya tidak segan-segan turun langsung dan mengecek keberadaan siswa yang sebenarnya. Dan bila perlu bersama dengan pihak yang melaporkan, sehingga hal tersebut diketahui yang sebenarnya dan tidak terjadi opini yang berkepanjangan dikemudian hari. Sementara itu Ketua LSM Suara Masyarakat Sumenep (SMS), Ainurrahman mengaku upaya Kantor Kementerian Agama Sumenep dalam meng-update data setiap tahun ajaran baru merupakan langkah yang cukup bagus. Namun, pihaknya berharap hal itu tidak hanya sebatas laporan diatas kertas saja. Karena itu, perlunya dimasing-masing Kecamatan petugas PPAI dapat berkiprah sebagai kepanjangan tangan Kemenag dalam melakukan pengawasan dan pendataan siswa. ”Pihak lembaga akan betul-betul merasa terpantau dan diawasi. Karena selama ini kami lihat keterlibatan PPAI dalam melakukan pengawasan yang obyektif masih kurang, sehingga banyak terjadi laporan kurang sesuai dengan data yang ada,”ujarnya. Karena itu, tegas aktifis LSM yang tinggi besar ini, pihak Kemenag jika perlu melibatkan pihak masyarakat, LSM dan tokoh yang ada dimasing-masing Kecamatan, sehingga hal itu juga lebih memberikan transparansi kepada masyarakat dan keterlibatan masyarakat sendiri terhadap pendidikan khususnya dibawah naungan Kemenag itu akan positif.( Ren, Esha )