Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-02-2019
  • 765 Kali

Kakek Berusia 80 Tahun Di Arjasa Tewas Penuh Luka Bacok

Media Center, Jumat ( 08/02 ) Seorang kakek bernama Suadin, berusia 80 tahun, warga Dusun Sukon, Desa Kolo-Kolo Kecamatan Arjasa, (Pulau Kangean), Sumenep, Madura, Jawa Timur, tewas dengan tubuh penuh luka bacok.

"Korban diduga dibunuh orang misterius, pada Rabu (06/02/2019) malam sekira pukul 23.45 WIB," kata Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Moh. Heri, Jumat (08/02/2019).

Tubuh korban ditemukan tak bernyawa di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam kamar belakang rumahnya.

Berdasarkan hasil keterangan sejumlah saksi, sebelum terjadi pembunuhan, korban berada di kamar belakang. Sementara Jahri, isteri korban berada di kamar tengah bersama cucunya. Saat itu pintu rumah korban dalam posisi tidak terkunci, karena masih belum tidur.

"Dan tidak lama kemudian, lampu di rumahnya tiba-tiba padam. Kemudian isteri korban mendengar teriakan dua kali, selanjutnya isteri korban mencari senter untuk keluar kamar dan menghidupkan lampu,” paparnya.

Setelah itu isteri korban menuju kamar belakang, namun suaminya sudah dalam posisi meninggal dunia dengan bersimbah darah dan luka-luka.

“Korban mengalami luka robek di paha kanan sampai tulang patah, jari telunjuk tangan kanan putus dan wajah hancur hingga isi kepala keluar,” ujarnya.

Melihat kondisi suaminya tergeletak penuh luka, isteri korban berteriak minta tolong. Tidak lama kemudian Kepala Desa Kolo-kolo mendatangi rumah korban sekitar pukul 02.00 WIB. Selanjutnya, Kepala Desa langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kangean dan langsung melakukan olah TKP.

“Modus operandi, korban diduga memiliki ilmu hitam (santet),” ungkapnya.

Saat ini, polisi terus melakukan penyelidikan guna mencari pelaku. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sarung milik korban, potongan gagang senjata tajam yang diketemukan di TKP, serta melakukan visum korban bagian luar.

Meski begitu, keluarga korban menolak untuk dilakukan visum. “Dan bersedia buat pernyataan,” tegasnya. ( Nita, Esha )