Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-06-2012
  • 570 Kali

Kaji Ulang Pemberangkatan JCH Melalui Bandara Trunojoyo

News Room, Kamis ( 14/06 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep, melakukan kajian ulang mengenai pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) setempat, yang direncanakan naik pesawat melalui Bandara Trunojoyo, menuju Surabaya. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moh. Saleh, M.Si menjelaskan, secara kelembagaan, Pemerintah Kabupaten memang menginginkan JCH bisa diberangkatkan lewat jalur udara, ke Surabaya. Namun, butuh kajian lebih dalam untuk merelisasikannya. “Kami masih harus mempertimbangkan waktu dan biaya yang dibutuhkan kalau menggunakan jalur udara. Perjalanan ke Surabaya hingga Asrama Haji, kalau proses pengangkutan JCH itu dilakukan 10 kali, dan itu bisa tepat, mungkin dari sisi waktu sangat memungkinkan lewat jalur udara. Nah, untuk biaya ini yang perlu kajian lebih dalam,”kata Sekdakab Sumenep, H. Moh Saleh, Kamis (14/06). Menurut Sekda, pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep mengalokasikan dana sebesar Rp. 440 juta untuk biaya transportasi JCH dari Sumenep ke Surabaya, dan sebaliknya. “Jadi, kami menyediakan biaya transportasi setiap JCH itu, sebesar Rp. 450 ribu. Besaran dana inilah yang juga kami perhitungkan cukup atau tidak untuk membayar pesawat, mengangkut JCH dari Sumenep ke Surabaya, dan sebaliknya,”terangnya. Secara teknis, kata Sekda, kondisi Bandara Trunojoyo sudah layak untuk aktivitas penerbangan pesawat dengan kapasitas 50 penumpang. “Namun, realisasi rencana itu masih dikaji lebih dalam. Kami memang menginginkan keberadaan Bandara Trunojoyo bisa dimanfaatkan secara optimal. Kenapa kami punya pemikiran untuk memberangkatkan calon haji dari Sumenep ke Surabaya melalui jalur udara, itu akan dijadikan momentum guna menegaskan kelayakan Bandara Trunojoyo untuk aktivitas penerbangan pesawat,”ungkapnya. Pada tahun ini, kuota haji Kabupaten Sumenep, ditetapkan sebanyak 931 orang. ( Nita, Esha )