News Room, Jumat ( 16/04 ) Tak kurang dari 38 siswa SMK Negeri 1 Sumenep mengikuti lomba kompetensi siswa (LKS) se-Provinsi Jawa Timur. Rombongan dilepas langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep H. Moh. Rais, M.Pd, Jum'at pagi tadi (15/04). Para siswa tersebut dijadwalkan akan mengikuti LKS tingkat regional yang akan diselenggarakan Paguyuban SMK se-Provinsi Jawa Timur Minggu ini di Kabupaten Ponorogo. “Kegiatan LKS ini merupakan kegiatan rutin tahunan. Disamping rutin juga wajib diikuti oleh setiap SMK Negeri maupun SMK swasta se-Jatim yang sudah terakreditasi,†kata Kepala SMK Negeri 1 Sumenep, Drs. H. Mahfud Rahman pada media ini. Dalam kegiatan tersebut, akan memperlombakan bidang akademik dan non akademik. Untuk bidang akademik meliputi 3 program studi, yakni admistrasi perkantoran, akuntansi, dan tata niaga. “Khusus untuk bidang akademik merupakan paket wajib,†tambah Mahfud. Sedangkan untuk bidang non akademik, diantaranya termasuk bidang olahraga. Di bidang ini, SMK Negeri 1 Sumenep mengikuti 4 cabor, yakni bola volly putra, volly putri, basket, dan futsal. Khusus untuk cabor volly ini, SMK Negeri 1 Sumenep telah menyabet juara I pada LKS tahun lalu, yang dihelat di Kabupaten Kediri. "Volly ini memang menjadi cabor andalan kami. Didukung oleh salah satu pemainnya yang berbakat yaitu A. Rahman. Tahun 2009 kemarin, kami berhasil menyabet juara I LKS tingkat regional, dan juara III LKS tingkat Nasional. Sehingga berhak mengikuti LKS tingkat Internasional tahun ini di Thailand,†beber Mahfud panjang lebar. Mengenai target, Mahfud tetap mengamini harapan klasik. Ia hanya berharap sekolah yang dibinanya itu bisa mempertahankan prestasi yang telah diraih. “Ya kalau tidak bisa, paling tidak hasilnya nanti tidak memalukan,†katanya sambil tersenyum. Sementara Kepala Dinas Pendidikan H. Moh. Rais, M.Pd, dalam sambutannya berpesan agar para peserta bisa menjaga nama baik Sumenep di lokasi kegiatan. “Kami berharap antara peserta dan pendamping selalu menjalin komunikasi yang baik, sehingga tidak timbul salah persepsi yang bisa merusak citra daerah,†pesannya. Perlu diketahui, dalam kegiatan LKS ini SMK Negeri 1 Sumenep diperkirakan telah menghabiskan dana hingga mencapai Rp 36 juta. Dana itu merupakan kalkulasi dari suntikan APBD Kabupaten Sumenep, Komite Sekolah, maupun sekolah bersangkutan. “Terus terang Pemkab tak bisa menanggung secara keseluruhan dana tersebut. Nominal yang bisa kami bantu sesuai dengan yang telah disetujui oleh DPRD,†pungkas Rais. Sementara para peserta LKS sendiri akan berangkat ke Ponorogo pada pukul 20.00 malam nanti. Disamping 38 peserta, 15 pendamping ikut mengawal sejumlah yang terdiri dari beberapa guru dan Kepala SMK Negeri 1 Sumenep sendiri, plus Ketua KONI Sumenep, H. Sofyan Hadi. ( Farhan, Adjie )