Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-09-2008
  • 1141 Kali

Kades Sepanjang Kec. Sapeken Usahakan Garap Potensi Desa

News Room, Senin (08/09) Desa Sepanjang Kecamatan Sapeken, sebenarnya memiliki lahan yang cukup bagus, sebab disamping memiliki lahan Migas di pulau yang terpisah dengan Kecamatan Sapeken ini, juga memiliki hamparan lahan yang cukup subur. Terbukti, dulunya masyarakat disana memiliki potensi kebun pisang yang cukup bagus, namun sejak beberapa tahun terakhir, pohon pisang tersebut banyak yang terkena penyakit aneh. Sampai-sampai dari BP Migas sempat memberikan bantuan bibit, namun hasil pertumbuhannyapun tidak dapat maksimal. Kepala Desa Sepanjang, Hamsuri mengakui, potensi yang dimiliki daerahnya cukup bagus, namun belum dapat tergarap dengan baik, karena persoalan teknis dan membutuhkan modal yang tidak sedikit. ‘’Seandainya konpensasi hasil BP Migas di Desa kami, yang sebenarnya cukup besar nilainya diserahkan ke masyarakat langsung untuk dikelola sebagaimana harapan masyarakat, tentu akan lebih dapat di manfaatkan dengan baik,”ujar Hamsuri. Sebab selama ini konpensasi yang diberikan kepada masyarakat melalui Desa, langsung berupa barangnya. Seperti halnya pengadaan bibit pisang yang di datangkan dari Jawa, ternyata pertumbuhannyapun tidak maksimal dan tidak tertata dengan baik, sehingga pihaknya berharap nantinya akan ada pertimbangan lagi apabila pihak perusahaan maupun pemerintah dalam memberikan konpensasi di tahun mendatang. Beruntunglah Desa yang berpenduduk sekitar hampir 6.000 jiwa dari 1.760 KK ini, khususnya masyarakat nelayan yang memiliki pagan dari hasil tangkapan cumi-cumi dalam sebulan ini cukup bagus, utamanya di daerah selatan. Kemudian nelayan di bagian utara juga memiliki penghasilan yang cukup dari hasil rumput lautnya. ‘’Bisa dibilang, sekarang para nelayan bisa panen uang puluhan juta dari hasil usaha mereka, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,”ujar Hamsuri. Bahkan dengan kejadian itu menurut suami Rida Mariana ini, para aparatur Desa berencana akan mengikuti jejak para nelayan ini untuk mencoba usaha perikanan. Meski dengan keterbatasan waktu, dan sedikit modal dari honor perangkat Desa yang terbatas, mungkin bisa mempekerjakan orang untuk merawat rumput laut dan sebagainya, sehingga ekonomi aparat Desa yang saat ini masih jauh dari harapan, sedikit terobati dengan usaha sampingan. Sedangkan di bidang pertanian tegas Kades muda kelahiran tahun 1978 ini, sejak menjabat Kades tahun 2007 lalu, usahanya sudah bisa membebaskan sebanyak 40 hektar, puluhan lahan negara yang di minta para penggarap untuk di sertifikat sebagai hak milik. Dan syukurlah perjuangan itu berhasil dan saat ini masyarakat sudah mulai menggarap lahan untuk pertanian itu.( Ren, Esha )