Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-02-2012
  • 2953 Kali

Kabupaten Sumenep Miliki Potensi Migas 6 Triliyun TCF

News Room, Selasa ( 14/02 ) Kabupaten Sumenep memiliki potensi minyak bumi dan gas luar biasa, buktinya, berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas, Kabupaten Sumenep mengandung kurang lebih 6 trilyun kaki kubik gas (TCF). Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada acara Seminar Nasional Kebangsaan Semangat Satu Bangsa, dengan tema ”Satu Bangsa, Satu Perdamaian dan Satu Kesejahteraan, di Pendopo Agung, Selasa (14/02) mengatakan, potensi kandungan minyak bumi dan gas di Kabupaten Sumenep sebesar 6 trilyun kaki kubik gas tersebut, penggunaannya masih bisa dilakukan untuk kurun waktu 30 tahun kedepan. Sampai saat ini, 10 Kontraktor Kerja Sama (KKS) yang mengerjakan 10 blok/wilayah kerja pertambangan migas, bahkan 2 diantaranya telah berproduksi. ”Dua bolk yang telah berproduksi, yakni di Pagerungan dan Giligenting. Dan sebentar lagi ada 2 KKS segera mulai berproduksi,”tegasnya. Bupati menyatakan, dengan adanya potensi minyak bumi dan gas tersebut, mampu meningkatkan pembangunan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumenep. ”Semoga dengan potensi itu, dimasa mendatang, berdadmpak terhadap peningkatan pembangunan disegala bidang dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ungkapnya. Sementara itu Asisten Bidang Pemerintahan Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Timur, Dr. H. Asyar, MM, mewakili Gubernur Jawa Timur mengungkapkan, diera reformasi saat ini, membuka kesempatan seluas-luasnya bagi elemen masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Untuk itu, masyarakat membutuhkan kepekaan dan daya tanggap dari berbagai fenomena, sekaligus memberikan umpan balik pada pihak pemangku kepentingan sebagai rumusan kebijakan, agar berorentasi pada kesejahteraan masyarakat. ”Kepekaan dan daya tanggap harus dimiliki juga oleh pemangku kebijakan, untuk menyerap aspirsai masyarakat dan mengelola dalam proses rumusan kebijakan sesuai situasi dan kondisi, sekaligus sebagai deteksi dini terhadap dinamika yang terjadi yang kemudian melakukan antisipasi dan pemecahannya,”imbuhnya. Sementara itu, Seminar Nasional Kebangsaan Semangat Satu Bangsa tersebut meruapakan hasil kerjasama Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan BP Migas. Sebagai nara sumber dalam kegiatan Seminar Nasional tersebut diantaranya Pimpinan BP Migas, Gede Pradnyana dan Ketua Gerakan Integritas Nasioanal (GIN) Dr. KH. Shalahuddin Wahid. ( Yasik, Esha )