Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 26-05-2008
  • 687 Kali

Kabupaten Sumenep Akan Menjadi Tujuan Wisatawan

News Room, Senin ( 26/05 ) Meski dinilai saat ini kunjungan turis, khususnya dari manca negara agak sepi ke Sumenep, namun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumenep yakin dalam beberapa tahun kedepan kunjungan wisatawan asing akan kembali ramai di Sumenep. Hal tersebut diungkapakan Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Ach. Ingkiat, MM ketika ditemui News Room diruang kerjanya, Senin (26/05). Menurutnya, dalam beberapa tahun kedepan apabila proyek Suramadu dan Lapangan Terbang Trunojoyo sudah beroperasi, otomatis Sumenep akan kembali menjadi sasaran para turis manca negara. Apalagi tegas H. Ingkiat, saat ini sudah dicanangkan Visit Indonesia Year, dimana sudah dipersiapkan beberapa daerah wisata nusantara untuk dipromosikan keberbagai negara luar. Karena itu pihaknya yakin, Sumenep akan menjadi tujuan para wisatawan asing. Sebab tempat-tempat Wisata di Sumenep, khususnya Pantai Lombang merupakan kesenangan wisatawan, karena selain memiliki panorama yang indah, tempatnya sejuk dan rindang. Begitu juga tempat-tempat wisata religi yang di miliki Sumenep sudah banyak dikenal di manca negara, seperti Asta Tinggi, Keraton, Sumenep, Museum, Mesjid Agung serta tempat-tempat ziarah lainnya di Sumenep, sedangkan untuk hiburan juga kaya, seperti kerapan sapi dan sebagainya. Karena itu pihaknya juga mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mendukung pencanangan Visit Indonesia Year, yang nantinya akan membawa dampak positif bagi perkembangan dunia wisata di Indonesia dan juga dapat memberikan kontribusi bagi keberhasilan usaha masyarakat yang dapat dijual kepada wisatawan yang datang. Bahkan, dari Propinsi Jatim juga sudah melakukan sosialisasi kepada kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Sumenep. Untuk memberikan pengertian dan bisa memunculkan sesuatu yang dapat memberikan penghasilan bagi masyarakat setempat. Termasuk juga masukan berbagai kendala dan harapan dari masyarakat yang sangat menjunjung tinggi budaya dan norma agama dan sosial di masyarakat. Sedangkan kebutuhan lain yang perlu ada untuk melayani para wisatawan adalah transportasi ke tempat wisata yang saat ini masih belum ada secara khusus, serta tempat penginapan yang repsentatif dan aman bagi para wisatawan. Mengenai kekhawatiran dari sebagian kalangan terkait dengan timbulnya dampak negatif ketika wisatawan asing banyak berkunjung ke Sumenep, menurut H. Ingkiat, itu tidak akan terjadi selama masyarakat dan pengunjung wisata sendiri sama-sama punya pengertian dan tetap menjunjung aturan-aturan yang harus dipatuhi bersama. ( Ren, Esha )