News Room, Selasa ( 17/05 ) Persediaan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sumenep, selama ini diakui memang tidak pernah tersedia dalam jumlah banyak. Sebab, setiap hari hampir tidak pernah putus permintaan darah, sementara para pendonor sukarela di Sumenep masih sangat minim. Kepala UPT PMI Cabang Sumenep, dr. H. Moh. Saleh. AS kepada wartawan di markasnya mengungkapkan, dengan keterbatasan itu, pihaknya terus melakukan pendekatan dan selalu mengingatkan para pendonor sukarela ketika sudah saatnya melakukan donor darah. “Sebab, terkadang mereka lupa untuk melakukan donor darah setiap kali giliran melakukan pengambilan darahnya. Karena dengan kesibukannya dan sebagainya, jadi harus selalu diingatkan,”ujarnya. Apabila dari para pendonor darah sukarela tidak bisa maupun tidak dapat melakukan donor darah karena kesehatannya dan sebagainya, pihaknya berupaya mencari keluarga terdekat dengan pendonor, dengan melalui pendekatan pendonor tersebut agar bisa lebih mengerti soal kebutuhan darah di PMI. Kalaupun terpaksa tetap tidak ada pendonor dari kalangan pendonor sukarela dan keluarganya terpaksa mencari keluar Sumenep. Bahkan pihaknya menurut dr. Saleh seringkali menghubungi PMI lain di Surabaya dan sebagainya. Untuk Sumenep sendiri tegas dr. Saleh, paling banyak membutuhkan golongan darah O, sedangkan lainnya tingkat kebutuhannya hampir sama. Namun, dilihat dari jumlah penduduk yang ada, memang tidak sampi memenuhi 2 persen dari jumlah penduduk yang ada. “Padahal, idialnya secara nasional jumlah kebutuhan donor darah minimal 2 persen dari jumlah penduduk, sehingga kebutuhan darah akan terus stabil,”pungkasnya. ( Ren, Esha )