Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 29-07-2008
  • 636 Kali

Jumlah Keluarga Miskin Sumenep Naik 70,3 Persen

News Room, Selasa ( 29/07 ) Naiknya harga minyak dunia yang diikuti melemahnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, mengakibatkan pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk mengurangi beban anggaran negara, sehingga beban ekonomi yang ditanggung masyarakat akibat kenaikan harga-harga berbagai macam komoditas, terutama kebutuhan pokok yang masih diimpor menjadi semakin berat. “Semua program pengentasan kemiskinan tidak sesuai harapan,”kata Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM, ketika menyampaikan Nota Perhitungan APBD 2007 dalam Rapat Paripurna, Selasa pagi (29/07), di Grahat Paripurna DPRD Sumenep. Bupati menuturkan, berbagai program sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep, dalam rangka pemberdayaan masyarakat miskin untuk maju mandiri. Namun, pengaruh kenaikan harga BBM, tujuan peningkatan pendapatan ekonomi secara layak tidak seperti yang diharapkan. “Jumlah keluarga miskin (gakin) malah bertambah 83.886 orang. Angka ini naik dari tahun sebelumnya, yakni 70,3 persen atau 49.236 orang gakin pada tahun 2005,”terangnya. Menanggapi persoalan itu, anggota DPRD Sumenep, Malik Effendy, SH menerangkan, seharusnya gakin tidak bertambah. Sebab, kenaikan gakin itu, menunjukkan pembangunan di sebuah daerah tidak berhasil. Padahal, dalam APBD juga terdapat program pengentasan kemiskinan. “APBD ini merupakan stimulan dalam rangka mengatasi berbagai permasalahan masyarakat, termasuk kemiskinan,”terangnya. Untuk anggaran 2008 ini, sudah disahkan awal tahun. Namun, sampai memasuki semester kedua ini, belum ada proyek yang terlaksana. “Semua itu sudah menunjukkan kinerja Pemerintah Kabupaten masih lemah,”tegasnya. Malik menambahkan, jika dilihat dari alokasi dana untuk belanja 2007 lalu, yang dianggarkan sebesar Rp. 868 milyar, dan terealisasi sebesar Rp. 664 milyar atau berkurang 23,48 persen, maka pembangunan tahun 2007 kemarin, kiranya ada beberapa indikator pembangunan yang menunjukkan hasil menggembirakan dan juga ada yang masih memprihatinkan.“Ini menunjukkan, harus ada peningkatan kerjasama yang baik, antara Eksekutif dengan Legislatif,”paparnya. ( Nita, Esha )