Media Center Sabtu ( 30/11 ) Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Pusat, KH. Zainal Arifin Junaidi, mengaku salut terhadap program inovasi yang dilaksanakan di sejumlah lembaga pendidikan khususnya pada kelas awal. Bahkan, dalam kunjungannya ke sejumlah lembaga seperti di Sidoarjo, Pasuruan dan di Kabupaten Sumenep, ternyata hasilnya sangat membanggakan.
“Kami melihat pembelajaran yang dilakukan Inovasi di tiga Kabupaten yakni Sidoarjo, Pasuruan dan Sumenep pembelajaran sangat menyenangkan,” ungkap Zainal Arifin saat melakukan Monitoring Visit Inovasi dan LP Ma'arif NU di MI An-Najah Desa Ellak Daya, MI Tanwirul Hija Desa Cangkreng dan MI Bustanul Ulum di Kecamatan Lenteng serta Kabupaten Sumenep, Sabtu (30/11/2019).
"Mungkin masih banyak menilai anak hanya bermain-main padahal anak justru sedang melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan," ungkapnya di hadapan para guru, tokoh masyarakat serta perwakilan dari Tim Inovasi dan dari Australia.
Diakui pula, selain proses pembelajaran menyenangkan siswa yang tadinya pasif dengan pembelajaran Inovasi ini justru anak lebih berani dan bisa bekerjasama dengan temannya.
"Kami harapkan ke depan program Inovasi ini perlu terus dikembangkan, syukur bisa dilaksanakan di daerah lain," tandasnya.
Sementara Wakil Ketua PBNU, Dr. Moh. Salim Al-Djufri, M.Sis.I, mengungkapkan, penerapan pembelajaran literasi seperti yang dilaksanakan di kelas awal di madrasah yang dikunjunginya, baik di Sidoarjo, Pasuruan dan saat ini Kabupaten Sumenep, pelaksanaannya sangat berkesan.
"Melihat perubahan yang signifikan dalam pembelajaran Inovasi, ke depan akan menjadi tantangan bagi madrasah lainnya. Bahkan, di LP Ma'arif ada sekitar 48 ribu madrasah di Indonesia yang akan melaksanakan pembelajaran yang sama," tandasnya.
Sedangkan, KH. Ach. Dumairi, Pengasuh Pondok Pesantren Tanwirul Hija Desa Cangkreng, mengaku sangat berterima kasih kepada LP Ma'arif dan Tim Inovasi, yang telah memberikan kesempatan lembaganya MI Tanwirul Hija menerapkan pembelajaran Inovasi untuk kelas awal, karena memang dirasakan manfaatnya, baik guru maupun siswa.
"Kami mengapresiasi kegiatan pembelajaran Inovasi, karena ternyata guru dan siswa di Madrasah kami bisa menikmati pembelajaran yang menyenangkan," ujarnya.
Senada juga dikatakan Kepala MI An-Najah, Achmad Hidairi. Menurutnya siswanya sangat bersemangat dalam melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan.
"Dengan pelajaran yang menarik seperti itu tentunya akan berdampak pada semangat siswa termasuk orang tua semakin mendukung kegiatan pembelajaran Inovasi tersebut," tandasnya. ( Ren, Fer )