News Room, Kamis ( 15/07 ) Stok beras di Kabupaten Sumenep selama 2 bulan kedepan, utamanya menjelang bulan Ramadhan (Agustus-September) dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat setempat. Kepala Gudang Bulog Sumenep, Muji Rahmad mengatakan, stok beras yang masih tersimpan di gudangnya sebanyak 4.384 ton. “Insya Allah persediaan beras mencukupi untuk 2 bulan kedepan. Kalau memang stok beras nantinya dianggap kurang, kami akan secepatnya berkoordinasi dengan pimpinan Bulog Sub Divre Madura di Pamekasan, untuk meminta tambahan jatah pengiriman beras pada Bulog Divre Jawa Timur,â€kata Muji, pada wartawan di Sumenep, Kamis (15/07). Ia menjelaskan, sesuai data kebutuhan beras bagi warga Sumenep setiap bulannya pada kisaran 2.100 ton. “Dengan persediaan beras sebanyak 4.384 ton, kami pastikan stok beras pada bulan Ramadhan yang jatuh bulan Agustus-September tahun ini, masih aman. Karena, kebutuhan beras pada bulan Ramadhan biasanya tidak sampai mengalami peningkatan yang signifikan,â€ujarnya. Meski persediaan beras aman, namun harga beras di pasaran mengalami kenaikan. Seperti yang diungkapkan Matsa’i, salah seorang pedagang di Pasar Anom Baru Sumenep, Kecamatan Kota Sumenep. “Sekarang harga beras merk Ikan Paus mencapai Rp. 700.000,00 per-kuintal, padahal pekan lalu harganya per-kuintal masih Rp. 600.000,00. Kami sangat resah dengan kenaikan harga tersebut, akibatnya kami terpaksa mengurangi kulakan beras ke Surabaya, karena biaya yang semakin melambung,â€ungkapnya. Sementara Kabid Bina Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep, Drs. Erfandi mengatakan, kenaikan harga beras itu dinilai masih dalam batas kewajaran. “Kami menilai kenaikan harga tersebut masih wajar. Namun kalau kenaikannya sudah diluar kewajaran, kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk menjajaki kemungkinan menggelar operasi pasar,â€tegasnya. ( Nita, Esha )