Sumenep Kominfo News Room : Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1427 Hijriyah, beberapa komoditas sembilan bahan pokok (sembako) mengalami kenaikan harga, namun kenaikan harga tersebut tidak begitu menonjol, karena hanya terjadi pada 3 (tiga) komoditas. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Bina Perdagangan Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Penanaman Modal Kabupaten Sumenep, Drs. Erfandi. Erfandi menuturkan, kenaikan harga itu terjadi pada beras ekspor Dolog, yakni sebesar Rp.1.100,00 dari harga Rp.92.500,00 menjadi Rp.93.600,00. Kemudian, Bawang Putih naik Rp.300,00 dari harga Rp.6.200,00 menjadi Rp.6.500,00 dan Wortel naik Rp. 500,00 dari harga Rp.2.000,00 menjadi Rp.2.500,00. Sedangkan, sembako yang mengalami penurunan harga, yakni daging ayam kampung turun sebesar Rp.1.000,00 dari harga Rp.40.000,00 menjadi Rp.39.000,00 dan cabe merah biasa biasa turun Rp.500,00 dari Rp.5.500,00 menjadi Rp.5.000,00. Erfandi menerangkan, harga tersebut berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukannya dipasaran pada 2 Oktober 2006 kemarin. Menurut Erfandi, kenaikan harga tersebut, masih dalam batas kewajaran. Kemudian, untuk stok sembako hingga saat ini masih cukup atau tidak ada masalah. Hal itu, sesuai dengan hasil pemantauan Disperindag. Ia menandaskan, untuk pantauan pada lebaran nanti, pihaknya akan melakukan pantauan harga selama 2 kali dalam seminggu, yakni Senin dan Kamis. Namun, pada hari biasanya pantauan harga tersebut, hanya dilakukan satu kali seminggu. Erfandi menjelaskan, menjelang lebaran pantauan harga memang ditambah dibandingkan hari-hari biasa, untuk menghindari lonjakan harga sembako, yang disebabkan oleh permainan para pedagang. Namun, Erfandi menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga dipasaran, supaya jika ada kenaikan harga masih bisa ditoleransi. ( Nita, Esha )