News Room, Selasa (23/09) Untuk membantu kebutuhan pokok masyarakat kurang mampu menjelang hari raya Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menggelar pasar Murah. Pelaksanaan pasar murah yang bertempat di depan Pendopo Agung Keraton, dan berlangsung berlangusng selama 3 hari sejak tangal 22 hingga 25 September 2008. Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdan Siraj SE, MM mengatakan, yang terpenting pasar murah tidak dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak tergolong masyarakat kurang mampu dan berpenghasilan rendah. Karena itu penjaga stand harus selektif melayani pembeli, sebab dikhawatirkan selain pembeli berasal dari keluarga mampu, kegiatan ini juga menjadi moment bagi pedagang yang membeli barang di pasar murah untuk kemudian dijual kembali di pasar umum. Bupati menyatakan, masyarakat yang memanfaatkan pasar murah dalam berbelanja harus menyesuaikan dengan kebutuhan. Jangan sampai membeli barang secara borongan agar barang yang tersedia dapat dinikmati bersama. “Masyarakat harus obyektif dalam membeli kebutuhannya, jangan memborong sendiri tapi harus membeli barang seusi kebutuhan agar yang lain daoat bagian,†tegas Bupati. Di tempat yang sama Kepala Bagian Perekonomian Seketariat Daerah Sumenep H. Ach. Sadik, S.Sos mengungkapkan, stand yang terdiri dari satuan unit kerja, BUMD dan lembaga vertikal lainya mencapai 51 stand, dan barang yang ditawarkan dinas dan instansi itu berupa kebutuhan pokok lebaran antara lain beras, tepung, terigu, mentega, minyak goreng serta. Terkait dengan harga jual lebih murah dari harga standart pasar yang mengalami penurunan sekitar 10 hingga 20 %. Sementara itu di lokasi pasar murah, beberapa masyarakat kepada reporter News Room mengungkapkan, yaitu diantaranya Ibu Titin dan Ibu Mimin mengakui, dengan adanya pasar murah ini, pemerintah kabupaten Sumenep telah membantu masyarakat kurang mampu dalam mengurangi beban pemenuhan kebutuhan pada saat masyarakat secara serentak merayakan hari raya Idul Fitri besok. (Yasik, Adjie)