News Room, Kamis ( 03/10 ) Menjelang Idul Adha 1434 Hijriyah, harga cabe di pasar tradisional Sumenep mulai merangkak naik. Untuk Cabe merah besar, pekan lalu harganya Rp. 18.000,00 per kilogram, namun sekarang melonjak menjadi Rp. 25.000,00 per kilogram. Diikuti cabe kecil biasa, semula harganya Rp. 27.000,00 per kilogram, saat ini naik menjadi Rp. 30.000,00 per kilogram. Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Heni Yulianto, menjelaskan, faktor naiknya harga cabe, diantaranya meningkatnya permintaan menjelang perayaan Idul Adha, sedangkan masa panen sudah lewat. “Saat ini permintaan terhadap cabe rawit memang naik, sementara stok tetap atau bahkan berkurang. Otomatis memicu naiknya harga di pasaran,” terangnya. Selain itu, lanjut Heni, komoditas lainnya harga masih relatif stabil. Seperti daging sapi bertahan di angka Rp. 90.000,00 per kilogram. Ayam kampung tetap Rp. 55.000 per kilogram, dan ayam broiler Rp. 32.000,00, tetap tidak mengalami kenaikan. “Harga komoditas daging stabil. Tapi untuk ayam broiler harga Rp. 32.000,00 per kilogram itu tergolong tinggi. Normalnya Rp. 27.000,00 per kilogram,” ungkapnya. Ia menuturkan, harga yang relatif murah adalah kelompok sayur mayur. Harga tomat per kilogram nya hanya Rp 1.500,00. Sedangkan wortel, Rp. 2.000,00 per kilogram. “Kentang dan kubis juga mengalami penurunan harga. Mungkin karena sudah musim yang ditunjang dengan masa panen yang bagus, sehingga stok melimpah,” tuturnya. ( Nita, Esha )