Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-10-2012
  • 642 Kali

Jelang Idul Adha, Dinas Peternakan Intensifkan Pengawasan Daging

News Room, Kamis ( 18/10 ) Menjelang hari Raya Idul Adha atau kurban tahun 2012, Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep mengintensifkan pengawasan terhadap hewan kurban dan daging yang dijual di pasar. Kepala Dinas Peternakan Sumenep, Ir. Arief Rusdi menjelaskan, sejak pekan lalu pihaknya sudah menambah volume pengawasan bagi daging maupun hewan kurban. Tujuannya, guna mengantisipasi adanya hewan kurban yang terjangkit penyakit. “Setiap hewan kurban yang dijual dipasar, kami selalu awasi dan memeriksa apakah terjangkit penyakit atau tidak. Sedangkan untuk daging baik lokal maupun impor, kami mengawasi peredarannya agar tidak dicampur dengan daging yang tidak layak dikomsumsi,”kata Rusdi, Kamis (18/10). Selain itu, kata Rusdi, untuk memastikan Sumenep steril dari peredaran daging yang tidak layak konsumsi, pihaknya juga meningkatkan pemantauan dan pengawasan di rumah potong hewan. “Kami sengaja memantau sejak sapi akan dipotong dirumah potong hewan, supaya daging yang dijual di pasar benar-benar daging sapi asli, dan terbebas dari penyakit,”terangnya. Rusdi mengungkapkan, selama pemantauan daging yang beredar dipasar, layak dikomsumsi termasuk daging impor yang beredar di Sumenep. “Jadi, semua daging yang ada disejumlah pasar di Sumenep steril dan layak dikonsumsi. Aman-aman saja, karena kami belum menemukan indikasi daging tidak layak konsumsi dijual dipasaran,”ujarnya. Dalam melakukan pengawasan dan pemantauan hewan kurban maupun daging ini, pihaknya membentuk personel khusus, supaya memaksimalkan pelaksanaan tersebut, sebab hari raya Idul Kurban sudah semakin dekat. “Ada personel sendiri yang kami utus guna memastikan daging sapi yang beredar di Sumenep, steril. Hasil sementara, seluruh daging yang beredar aman dikomsunsi,”ungkapnya. Populasi sapi di Sumenep secara nasional masih berada diurutan pertama, sebanyak 357.058 ekor. Terbanyak populasi sapi di Indonesia berada di Sumenep. “Populasi sapi di Sumenep masih berada diposisi tertinggi dibandingkan daerah lainnya. Makanya diharapkan dengan tingginya populasi sapi di Sumenep ini menjadi salah satu alasan tidak ada daging konsumsi impor yang masuk ke wilayah ujung timur Pulau Madura ini,”pungkasnya. ( Nita, Esha )